December 25, 2016

BANSER DAWE DALAM PENANGANAN BENCANA LONGSOR

KUDUS - Musibah longsor terjadi di Kawasan Desa Soco Kecamatan Dawe, Kabupaten Kudus,

Ahad (25/12/2016). Barisan Ansor Serba Guna ( Banser) Bekerjasama dengan Aparat Kecamatan Dawe Membantu kegiatan pembenahan tanah yanglongsor di Desa Soco Kecamatan Dawe Kabupaten Kudus,

Menurut Ketua Umum Gerakan Pemuda Ansor Kecamatan Dawe Sahabat Muhammad Sahalan, Bahwa kegiatan kerja bhakti ini adalah sebagai bentuk pengabdian Nahdlatul Ulama( NU ) terhadap warga masyarakat selain pengamanan pengajian, bhakti sosial pengobatan alternatif dll. GP Ansor Kecamatan dawe siap siaga membantu warga yang membutuhkan bantuan dari GP Ansor.

pada kegiatan pembenahan tanah yang longsor tersebut dihadiri bapak camat dawe yang mengapresiasikan kepada Gerakan Pemuda Ansor yang telah meluangkan waktunya untuk ikut membantu pelaksanaan pembenahan tanah yang longsor. dengan adanya pembenahan tanah yang longsor diharapkan tidak ada tanah yang longsor lagi,Semangat buat GP ANSOR Dawe.

November 8, 2016

GP ANSOR DAWE AUDIENSI BERSAMA CAMAT DAWE


Kudus ( 05/11/2016 )

Kudus – Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kecamatan Dawe Kudus bertekad ingin memastikan keberadaan kafe dan karaoke di dikecamatan Dawe.

Ketua GP Ansor Kecamatan Dawe Kudus, Alan Muhammad Sahlan, mengatakan tim independen yang dibentuk, khusus untuk memantau aktivitas tempat usaha hiburan karaoke dan kenakalan remaja. Tim bergerak tiap malam di sejumlah titik di Kecamatan Dawe, khususnya di wilayah yang terdapat tempat anak muda berkumpul untuk berbuat mesum.

“Perda 10/2015 tentang Usaha Hiburan Diskotek, Kelab Malam, Pub, dan Penataan Hiburan Karaoke sudah jelas. Jadi tinggal menjalankannya,”

Selanjutkan Gp Ansor Kecamatan Dawe Mengadakan Audiensi bersama Bapak Camat Dawe yang intinya menjelaskan tentang hiburan anak muda, antara lain Warnet, Tempat rawan untuk berbuat mesum,tempat - tempat yang biasa dibuat mesum.

Kami GP Ansor bersepekat bersama bapak camat dawe untuk menegakkan perda hiburana anak muda.

November 2, 2016

CARA MENYEMBUHKAN PENYAKIT



Jepang memiliki metode pengobatan dengan media jari yang hanya akan mengambil lima menit dari waktu Anda. Sebenarnya, ini didasarkan pada pemikiran bahwa setiap jari terhubung dengan dua organ tubuh.

Ini merupakan metode penyembuhan Jepang kuno yang dikenal dengan Jhin Shit Jitsu, yang bermanfaat untuk menjaga keseimbangan emosional Anda. Hal ini dikarenakan terjadi rangsangan dari titik-titik tertentu di tangan.

Metode ini merupakan bagian dari pengobatan alternatif Jepang yang didasarkan pada jari-jari tangan, terutama pada poin-poin penting dan signifikan dari jari yang mampu menyeimbangkan energi dalam tubuh kita, yang sangat penting untuk mengatur emosional dan kesehatan fisik Anda. Lalu, bagaimana cara kerjanya?

Metode ini membantu kita bertindak mewakili beberapa organ dengan cara memegang jari dengan tangan lainnya dengan erat selama 3-5 menit. Ambil napas dalam-dalam saat Anda melakukan hal ini, setelah itu pijat setiap jari pada kedua tangan Anda. Rata-rata waktu yang diperlukan untuk memijat setiap jari adalah kurang lebih 3 menit.


Berikut adalah skema yang menunjukkan organ-organ yang terhubung ke setiap jari.

Ibu jari.
Organ: Perut
Emosi: Kecemasan dan depresi
Gejala fisik: Masalah kulit, sakit perut dan sakit kepala.

Jari telunjuk.
Organ: Kandung kemih dan ginjal
Emosi: Rasa takut, kebingungan dan ketidakpuasan.
Gejala fisik: Nyeri otot, sakit gigi dan masalah pencernaan.

Jari tengah.
Organ: Hati
Emosi: Kemarahan dan keraguan.
Gejala fisik: Nyeri haid, migrain, sakit kepala, kelelahan dan masalah sirkulasi.

Jari manis.
Organ: Usus besar dan paru-paru
Emosi: Sedih, takut dan pesimis.
Gejala fisik: Asma dan masalah pernapasan lainnya, masalah pencernaan, dan kondisi kulit.

Kelingking.
Organ: Usus kecil dan hati
Emosi: Kegelisahan, kecemasan dan tidak percaya diri.
Gejala fisik: Sakit tenggorokan, penyakit jantung, dan masalah tulang.

TIPS Memililh ISTRI



TIPS MEMILIH ISTRI
KH. Maimun Zubair dhawuh,
" Nek milih bojo iku sing ora patiyo ngerti dunyo. Mergo sepiro anakmu sholeh, sepiro sholehahe ibune.
Sohabat Abbas iku nduwe bojo ora seneng dandan, nganti sohabat Abbas isin nek metu karo bojone. Tapi beliau nduwe anak ngalime poll, rupane Abdulloh bin Abbas.
Sayyidina Husain nduwe bojo anake rojo rustam (rojo persia). Walaupun asale putri rojo, sakwise dadi bojone sayyidina Husain wis ora patiyo seneng dunyo. Mulane nduwe putro Ali Zainal Abidin bin Husain, ngalim-ngalime keturunane Kanjeng Nabi.
Kiai-Kiai Sarang ngalim-ngalim koyo ngono, mergo mbah-mbah wedo'e do seneng POSO.
Syekh Yasin Al Fadani (ulama' asal padang yang tinggal di mekah) iku nduwe istri pinter dagang, nduwe putro loro.Sing siji dadi ahli bangunan sijine kerjo neng transportasi. Kabeh anake ora ono sing nerusake dakwahe Syekh Yasin.
Neng Al Qur-an ﻧﺴﺎﺅﻛﻢ ﺣﺮﺙ ﻟﻜﻢ
Istri iku ladang kanggo suami.
Sepiro apike bibit tapi nek tanahe atau ladange ora apik, ora bakal ngasilno pari apik.
Intine iso nduwe anak ngalim, nek istrine ORA PATIYO NGURUSI DUNYO LAN KHIDMAH POLL KARO SUAMINE.
Nek kowe milih istri pinter dunyo, kowe sing kudu wani tirakat.
Nek ora wani tirakat, yo lurune istri sing ahli dzikir, kowene sing mikir dunyo alias kerjo."

PESAN PARA SANTRI


UNTUK PARA SANTRI YANG SEDANG MENGHAFAL ILMU:
Didalam kitab Durratu al-Nashihin terdapat keterangan sebagai berikut :
من اراد أن يحفظ العلم فعليه ان يلازم خمس خصال : الأولى صلاة الليل ولوركعتين , والثانية دوام الوضوء , ولثالثة التقوى في السر والعلانية , والرابعة ان يأكل للتقوى لاللشهوات , والخامسة السواك .
Artinya : “ Barangsiapa yang ingin menghafal ilmu, maka ia mesti melakukan lima perkara : pertama , shalat malam (Tahajjud) walaupun hanya dua raka’at, kedua terus menerus punya wudhu’ (menjaga wudhu’),ketiga bertaqwa kepada Allah, baik ditempat sepi maupun ditempat yang ramai. Ke-empat, makan untuk meningkatkan ketaqwaan, bukan karena mengikuti hawa nafsu. Kelima, rajin bersiwak “. (Kitab Durratu an-Nashihin halaman 15).
Dan di dalam kitab Ta’limul Muta’allim terdapat keterangan sebagai berikut :
وأقوى أسباب الحفظ : الجد والماظبة وتقليل الغذاء وصلاة الليل , وقراءة القرآن من اسباب الحفظ , قيل : ليس شيء أزيد للحفظ من قراءة القرآن نظرا .
Artinya : “ dan adapun sebab-sebab yang paling utama untuk kuat hafalan ialah bersungguh-sungguh, ulet, tidak banyak makan, dan shalat malam. Adapun membaca al-Qur’an, termasuk penyebab kuat hafalan. Ada Ulama’ yang berkata : tidak ada sesuatupun yang lebih menambah kuatnya hafalan dari pada membaca al-Qur’an sambil melihat al-Qur’an “. (Kitab Ta’limul Muta’allim, halaman 54).
Dari penjelasan di atas dapat dipetik kesimpulan bahwa jika seseorang ingin kuat hafalan, maka ia harus melakukan hal-hal berikut ini :
1. Rajin shalat tahajjud, sekalipun hanya dua raka’at. Setelah shalat tahajjud lalu berdo’a, memohon kepada Allah yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang supaya dikuatkan hafalan.
2. Terus – menerus punya wudhu’. Kalau batal segera berwudhu’ lagi.
3. Apabila makan hendaklah diniatkan untuk lebih semangat dalam beribadah, bukan karena dorongan hawa nafsu semata.
4. Rajin bersiwak (membersihkan/menggosok gigi).
5. Serius dan ulet dalam menghafal, tidak cepat jemu.
6. Jangan terlalu banyak makan, bahkan lebih baik lagi kalau sering berpuasa, terutama hari senin dan kamis.
7. Rajin membaca al-Qur’an sambil melihat al-Qur’an.
8. Selalu bertaqwa kepada Allah dengan melaksanakan segala perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya, baik ditempat ramai maupun ditempat sunyi.

selamat mencoba!!

October 25, 2016

PEMILIHAN KETUA GP ANSOR DAWE KUDUS

Kudus ( 09/09/2016 )

KUDUS, pada tanggal 09 September 2016 di Gedung MWC NU Kecamatan Dawe telah diselenggarakan Pemilihan Ketua Gerakan Pemuda Ansor Kecamatan Dawe yang agak sengit, dan Hasilnya yang terpilih menjadi ketu Umu GP Ansor Kecamatan Dawe Adalah Sahabat muhammad Sahlan dari Lau.

Disela kegiatan tersebut juga di isi mauidhoh hasanah dari Habib Ali Hasyim bin Abdurrohman Al Hadad dari Jakarta, yang mengatakan Ansor Banser harus semangat untuk memperjuangkan Ajaran Ahlusunnah waljamaah di tenggah-tenggah masyarakat.

PELANTIKAN GP ANSOR KECAMATAN DAWE

Kudus ( 22/10/2016 )

KUDUS - Ketua Umum Pengurus Ansor Kabupaten Kudus, H. Sarmanto resmi melantik pengurus baru Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kecamatan Dawe Kabupaten Kudus 2016-2018.

Di hadapan ribuan kader GP Ansor, Pengurus NU, Pemuda, Siswa jengjang MI/MTs/MA yang memadati Lapangan Lau yang berada dibelakang MWC NU Kecamatan Dawe, para pengurus baru mengikuti pelantikan yang dituntun langsung oleh orang nomor satu di kudus tersebut.

"Saya berjanji akan menjalankan Pancasila dan NKRI (Negara Kesatuan Republik Indonesia)," kata Sarmanto yang diikuti oleh pengurus GP Ansor, di lapangan MWC NU Kecamatan Dawe, Sabtu, 22 Oktober 2016.( Bertepatan Hasi Santri Nasional )

GP Ansor sendiri untuk periode 2016-2018 dipimpin Muhammad Sahlan dan Sekjen Agung Riyanto. Selain menggelar pelantikan pengurus, sekaligus peringatan hari Santri Nasional.



HARI SANTRI NASIONAL MWC NU KECAMATAN DAWE

Kudus ( 22/10/2016 ) MWC NU Dawe

Peringatan Hari Santri Nasional pada tanggal 22 Oktober 2016di Kecamatan Dawe, Kabupaten Kudus, Jawa Tenggah, Sabtu 22 Oktober 2016 berlangsung meriah. Pasalnya, walaupun setiap hari santri mengadakan karnaval tingkat kecamatan, namun untuk tahun 2016 ini, Kecamatan Dawe membuat beragam kegiatan-kegiatan yang di adakan Oleh MWC NU dan Badan Otonomnya..

Karnaval yang di gelar ditingkat kecamatan menampilkan berbagai kreasi baik pembangunan maupun pendidikan ataupun budaya, kegiatan ini sendiri diikuti oleh TSMP/MTS, SMA/SMK/MA, Ponpes,Remaja dan pemuda yang berada diklingkungan Nahdlatul Ulama.

Karnaval yang diikuti sekitar tujuh ribuan peserta dari berbagai sekolah, instansi dan pemuda Ansor ini berlangsung semarak dan meriah. Meski terik matahari menyapa tak menyulutkan peserta untuk berjalan mengelingi rute yang telah ditentukan.

Karnaval sendiri dilepas oleh Panglima tertinggi Sahabat Jamilin selagu Komandan Banser, Jamilin dengan mengangkat bendera start tanda karnaval tingkat kecamatan Dawe telah dilepas. Tua dan muda berbaur dalam kegiatan tersebut dengan berbagai macam pakaian serta hasil kreatifitas peserta yang diarak keliling.

September 11, 2016

BANSER DAWE BERSHOLAWAT


Kudus (10/09/2016)

Setelah kegiatan usai, Gantian GP ANSOR DAWE DAN BANSER DAWE menghadiri undangan khusus dari sahabat suyanto salah satu anggota banser dawe yang telah melaksanakan pernikahannya ( 09/09/2016)
Dalam undangan tersebut GP Ansor Dawe diberi wewenang untuk ikut dalam berpartisipasi dalam Banser Bersholawat bersama Habib Syafi bin Sholeh Al Kaff ( Pembina Rijalul Ansor Kudus )
Allahumma Sholli Ala Muhammad..

KONFERENSI GP ANSOR DAWE

Kudus ( 09/09/2016 )

Telah terlaksananya kegiatan konferensi Gerakan pemuda Ansor kecamatan dawe yang betempat di Gedung MWC NU Kecamatan Dawe, Kegitan konferensi GP ANSOR Dawe ke 16 dihadiri 70 Peserta tetap, 50 Peninjau, dari cabang 10 orang yang ikut hadir mengikuti kegiatan konferensine GP ANSOR DAWE
Di antara tamu undangan
1. K.H Muhdi Ahmad dari kudus
2. K.H Jamasri ( Syuri'ah NU Dawe )
3. K. Thoha Fathoni ( Rois Syuriah )
4. K. H EM Masfu'i ( Mantan Ketua Ansor Dawe )
5. K. H Abdul Muid dari kudus
6. PC ANSOR KUDUS
7. PAC Se-kabupoaten Kudus
8. Habib Ali Hasyim bin Abdurohman Al Hadad dari Jakarta

Kegiatan Konferensi GP Ansor Dawe ke 16 mencapai puncaknya. Secara aklamasi, Muhammad Sahlan atau Gus Sahlan terpilih menjadi Ketua Umum GP Ansor Dawe periode 2016-2020.

"Mengesahkan Muhammad Sahlan sebagai Ketua Gerakan Pemuda Ansor Kecamatan Dawe dengan wewenang mengemban hak dan kewajibannya," ucap ABS Wafa di Gedung MWC NU DAWE KUDUS, Jumat (09/09/2016).

Gus Sahlan mendapat dukungan 10 Ranting dari 16 Ranting yang Aktif.


Saat pemilihan, ketidaksepakatan sistem pemilihan secara Ahlul Halli Wal Aqli (AHWA) atau perwakilan semacam tim formatur untuk memilih ketua umum oleh sejumlah peserta Konferancab, tidak terjadi dalam Konferancab GP Ansor.

"Sesuai tata tertib pemilihan umum, jika terdapat calon tunggal maka calon tunggal langsung ditetapkan secara aklamasi," ujar Wafa yang sudah menjadi ketua umum demisioner.

Selamat dan sukses buat sahabat Sahlan yang Telah terpilih menjadi Ketua Umum GP ANSOR DAWE, Semoga menjadi pemimpin yang amanah.

August 11, 2016

BIOGRAFI SUNAN GUNUNG JATI

Biografi Sunan Gunung Jati. Nama aslinya adalah Syech Syarief Hidayatulloh yang dilahirkan Tahun 1448 Masehi. Ayahanda Syech Syarief Hidayatulloh adalah Syarief Abdullah, seorang dari Mesir keturunan ke 17 Rosulullah SAW, bergelar Sultan Maulana Muhamad, Ibunda Syech Syarief Hidayatullah adalah Nyai Rara Santang dan setelah masuk Islam berganti nama menjadi Syarifah Muda’im adalah Putri Prabu Siliwangi dari kerajaan Padjajaran. Syech Syarief Hidayatullah berkelana untuk belajar Agama Islam dan sampai di Cirebon pada tahun 1470 Masehi. Syech Syarief Hidayatullah dengan didukung uwanya, Tumenggung Cerbon Sri Manggana Cakrabuana alias Pangeran Walangsungsang dan didukung Kerajaan Demak, dinobatkan menjadi Raja Cerbon dengan gelar Maulana Jati pada tahun 1479.


Sejak itu pembangunan insfrastruktur Kerajaan Cirebon kemudian dibangun dengan dibantu oleh Sunan Kalijaga, Arsitek Demak Raden Sepat, yaitu Pembangunan Keraton Pakungwati, Masjid Agung Sang Cipta Rasa, jalan pinggir laut antara Keraajaan Pakungwati dan Amparan Jati serta Pelabuhan Muara Jati.

Menyebarkan Islam
Syech Maulana
Jati pada Tahun 1526 Masehi, menyebarkan Islam sampai Banten dan menjadikannya Daerah Kerajaan Cirebon. Dan pada Tahun 1526 Masehi juga tentara Kerajaan Cirebon dibantu oleh Kerajaan Demak dipimpin oleh Panglima Perang bernama Fatahillah merebut Sunda Kelapa dan Portugis, dan diberi nama baru yaitu Jayakarta.

Pada tahun 1533 Masehi, Banten menjadi Kasultanan Banten dengan Sultannya adalah Putra dari Syech Maulana Jati yaitu Sultan Hasanuddin. Syech Maulana Jati salah seorang Wali Sanga yang mempekenalkan visi baru bagi masyarakat tentang apa arti menjadi Pemimpin, apa makna Masyarakatm, apa Tujuan, Masyarakat, bagaimana seharusnya berkiprah di dalam dunia ini lewat Proses Pemberdyaan.

Syech Maulan Jati melakukan tugas dakwah menyebarkan Agama Islam ke berbagai lapisan Masyarakat dengan dukungan personel dan dukungan aspek organisasi kelompok Forum Walisanga, dimana forum Walisanga secara efektif dijadikan sebagai organisasi dan alat kepentingan dakwah, merupakan siasat yang tepat untuk mempercepat teresebarnya Agama Islam.

Syech Maulana Jati berpulang ke Rahmatullah pada tanggal 26 Rayagung tahun 891 Hijriah atau bertepatan dengan tahun 1568 Masehi. Tanggal Jawanya adalah 11 Krisnapaksa bulan Badramasa tahun 1491 Saka. Meninggal dalam usia 120 tahun, sehingga Putra dan Cucunya tidak sempat memimpin Cirebon karena meninggal terlebih dahulu. Sehingga cicitnya yang memimpin setelah Syech Maulana Jati. Syech Syarief Hidayatullah kemudian dikenal dengan Sunan Gunung Jati karena dimakamkan di Bukit Gunung Jati.

BIOGRAFI ABDUL RAHMAN WAHID


Abdurrahman “Addakhil”, adalah nama lengkap Gus Dur pada waktu masih kecil. Secara leksikal, Addakhil berarti “Sang Penakluk”, nama ini di ambil dari seorang perintis Dinasti Umayyah yang menancapkan tonggak kejayaan Islam di Spanyol oleh ayahnya. Belakangan kata Addakhil tak cukup dikenal dan diganti nama Wahid, Abdurrahman Wahid, dan kemudian lebih dikenal dengan Gus Dur. “Gus” adalah panggilan kehormatan khas pesantren kepada anak kiai yang berarti “mas”.
Hasil gambar untuk gusdur
Abdurrahman Wahid yang lebih akrab dipanggil Gus Dur adalah presiden RI ke-4 , Gus Dur mulai menjabat menjadi presiden pada 20 Oktober 1999 hingga 24 Juli 2001. Beliau dilahirkan di desa Denanyar, Jombang di rumah Pesantren milik kakeknya dari pihak ibu. KH. Bisri Syansuri. Tanggal 4 Agustus 1940 adalah hari kelahiran beliau, walau ada yang berbeda pendapat dalam hal ini, sebagian lain menyatakan gus dur lahir tanggal 4 bulan 8 menurut kalender islam, jadi gus dur dilahirkan tanggal 7 september 1940. Namun tanggal 4 Agustus adalah Ultah yang biasa dirayakan oleh keluarga beliau.
Gus Dur adalah putra pertama dari enam bersaudara. Ayahnya bernama KH. Wahid Hasyim adalah menteri agama pada tahun 1949-1952 . Sedangkan Ibunya bernama Hj. Sholehah adalah putri pendiri Pesantren Denanyar Jombang, K.H. Bisri Syamsuri.Sejak masa kanak-kanak, Gus Dur mempunyai kegemaran membaca dan rajin memanfaatkan perpustakaan pribadi ayahnya. Pada usia belasan tahun Gus Dur telah akrab dengan berbagai majalah, surat kabar, novel dan buku-buku. Di samping membaca, beliau juga hobi bermain bola, catur dan musik. Masa remaja Gus Dur sebagian besar dihabiskan di Yogyakarta dan Tegalrejo. Di dua tempat inilah pengembangan ilmu pengetahuan mulai meningkat. Masa berikutnya, Gus Dur tinggal di Jombang, di pesantren Tambak Beras, sampai kemudian melanjutkan studinya di Mesir.
Masa remaja Gus Dur sebagian besar dihabiskan di Yogyakarta dan Tegalrejo. Di dua tempat inilah pengembangan ilmu pengetahuan mulai meningkat. Masa berikutnya, Gus Dur tinggal di Jombang, di pesantren Tambak Beras, sampai kemudian melanjutkan studinya di Mesir. Sebelum berangkat ke Mesir, pamannya telah melamarkan seorang gadis untuknya, yaitu Sinta Nuriyah anak Haji Muh. Sakur. Perkawinannya dilaksanakan ketika Gus Dur berada di Mesir. Dari perkawinannya dengan Sinta Nuriyah, mereka dikarunia empat orang anak, yaitu Alissa Qotrunnada Munawaroh, Zannuba Arifah Chafsoh, Annita Hayatunnufus, dan nayah Wulandari.
Sepulang dari pengembaraannya mencari ilmu, Gus Dur kembali ke Jombang dan memilih menjadi guru. Pada tahun 1971, beliau bergabung di Fakultas Ushuludin Universitas Tebu Ireng Jombang. Tiga tahun kemudian beliau menjadi sekretaris Pesantren Tebu Ireng, dan pada tahun yang sama Gus Dur mulai menjadi penulis. Beliau kembali menekuni bakatnya sebagaii penulis dan kolumnis. Lewat tulisan-tulisan tersebut gagasan pemikiran Gus Dur mulai mendapat perhatian banyak.
Pada tahun 1974 Gus Dur diminta pamannya, K.H. Yusuf Hasyim untuk membantu di Pesantren Tebu Ireng Jombang dengan menjadi sekretaris. Dari sini Gus Dur mulai sering mendapatkan undangan menjadi nara sumber pada sejumlah forum diskusi keagamaan dan kepesantrenan, baik di dalam maupun luar negeri. Selanjutnya Gus Dur terlibat dalam kegiatan LSM. Pertama di LP3ES bersama Dawam Rahardjo, Aswab Mahasin dan Adi Sasono dalam proyek pengembangan pesantren, kemudian Gus Dur mendirikan P3M yang dimotori oleh LP3ES.
Pada tahun 1979 Gus Dur pindah ke Jakarta. Mula-mula beliau merintis Pesantren Ciganjur. Sementara pada awal tahun 1980 Gus Dur dipercaya sebagai wakil katib syuriah PBNU. Di sini Gus Dur terlibat dalam diskusi dan perdebatan yang serius mengenai masalah agama, sosial dan politik dengan berbagai kalangan lintas agama, suku dan disiplin. Gus Dur semakin serius menulis dan bergelut dengan dunianya, baik di lapangan kebudayaan, politik, maupun pemikiran keislaman. Karier yang dianggap `menyimpang`-dalam kapasitasnya sebagai seorang tokoh agamasekaligus pengurus PBNU-dan mengundang cibiran adalah ketika menjadi ketua Dewan Kesenian Jakarta (DKJ) pada tahunn 1983. Beliau juga menjadi ketua juri dalam Festival Film Indonesia (FFI) tahun 1986, 1987.
Pada tahun 1984 Gus Dur dipilih secara aklamasi oleh sebuah tim ahl hall wa al-`aqdi yang diketuai K.H. As`ad Syamsul Arifin untuk menduduki jabatan ketua umum PBNU pada muktamar ke-27 di Situbondo. Jabatan tersebut kembali dikukuhkan pada muktamar ke-28 di pesantren Krapyak Yogyakarta (1989), dan muktamar di Cipasung Jawa Barat (1994). Jabatan ketua umum PBNU kemudian dilepas ketika Gus Dur menjabat presiden RI ke-4. Selama menjadi presiden, tidak sedikit pemikiran Gus Dur kontroversial. Seringkali pendapatnya berbeda dari pendapat banyak orang.
Gus Dur wafat pada hari Rabu, 30 Desember 2009, di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo, Jakarta, pada pukul 18.45 WIB pada usia 69 tahun. Beliau dimakamkan secara kenegaraan yang dipimpin langsung oleh Presiden RI di kompleks Pondok Pesantren Tebuireng pada tanggal 31 Desember 2009. Pondok pesantren tempat Gus Dur dimakamkan menjadi maskot Kabupaten Jombang sebagai tempat ziarah yang memiliki daya tarik tak tertandingi. Bahkan orang-orang yang selama ini berseberangan politik dengan Gus Dur akan cenderung mengagungkan Gus Dur bukan karena prestasi politiknya melainkan karena berkahnya yang diyakini mampu memberikan perlindungan dan rasa aman.

CERPEN YANG TIDAK DI MAAFKAN

by: be_imuet
Kriiiiiiiing......... suara alarm di HPku yang sengaja aku pasang pada jam 03.00 pagi membangunkanku dari tidurku yang sungguh tak nyenyak. Aku bergegas membangunkan Duwik yang sebelumnya sudah pesan agar dibangunkan. Eh, bukannya bangun malah dia bilang “Sudah bangun.” Lalu kembali tidur lagi. Duh, ni anak bener-bener kelewatan. Aku cuma bisa menggeleng. Sial! Gara-gara dia aku tidak bisa tidur lagi. Dengan bermalas-malasan tepat jam 04.45 aku bangun.
Hari yang cukup cerah. Dan aku harus bangun pagi karenanya, padahal aku males banget bangun pagi. Kalo boleh bilang I HATE GET UP EARLY! Entah kalian setuju atau tidak itu urusan kalian. Bangun pagi, mandi pada hawa yang dingin ini lalu berkemas untuk siap-siap pergi ke luar kota. Jam 05.15 aku sudah berada di tempat yang di tunjuk seorang teman saat kami ngatur janji semalam. Kurang lebih 20 menit aku menunggu kedatangannya, dan akhirnya muncul juga tuh orang. Lalu kami naik ke atas bus ke kota tujuan. Iya, kota yang tidak aku harapkan. Benar-benar bukan kota idaman. Jalur lalu lintas yang padat, bus yang penuh sesak dan bikin gerah.
Aku melihat sekelilingku tertidur dan suasana di dalam bus menjadi sepi.
“Duh, ini pada kesirep apaan ya kok pagi-pagi gini di bus yang penuh sesak ini pada bisa tidur?” ucapku dalam hati. Wah, bosen banget nih.... mau ngajak ngobrol siapa? Seorang teman yang duduk disebelahku pun ikut tidur, lalu aku menyibukkan diri dengan HPku, mencoba menikmatinya dengan apa adanya selama kurang lebih satu setengah jam.
Dengan bau air got yang menusuk hidung, aku masih sempat mencium wangi bau makanan di terminal sesaat setelah kami sampai. “Laper....” Kataku manja yang aku tujukan kepada seorang teman sambil memegangi perutku. Teman yang lain menawariku untuk sarapan terlebih dahulu sebelum kami melanjutkan perjalanan ke tempat yang dituju. “Tidak, aku rasa aku tidak akan merasakan kelezatan makanan di tempat seperti ini.” Ujarku. “Tapi ya terserah dia..” Lanjutku. Ucapan yang jelas aku tujukan kepada seorang lainnya. Iya, aku lupa bilang bahwa kami pergi bertiga. Sebenarnya dua orang temanku pergi ke kota itu untuk suatu urusan yang agak penting dan dengan tidak direncanakan semula, aku ikut dengan mereka dengan tujuan akan menemui kakakku untuk mengambil sebuah barang berharga. Iya, aku bilang berharga karena barang itu adalah salah satu aset demi berlangsungnya masa depanku yang belum sempat terbayang olehku.
Akhirnya kami memutuskan melanjutkan perjalanan dengan menaiki bus selanjutnya. Kami turun di tengah kota, lalu kami berjalan kaki sambil menikmati udara yang lumayan sejuk belum tercemar banyak polusi di pagi itu. Iya, jam 07.30 kami sampai di tempat tujuan. Di sebuah universitas ternama di negeri ini yang merupakan salah satu universitas favorit di kota itu. Wuih, ternyata berderet makanan tersedia di pinggir jalan sepanjang jalan kenangan, eh bukan maksudku jalan menuju kampus itu.
Aku yang sudah tak tahan lapar pun melirik tulisan-tulisan yang tertera di gerobak dorong si penjual. Nah, akhirnya berhenti juga... Agam (seorang teman laki-lakiku) menawariku untuk sarapan. Setelah agak lama, aku memutuskan ikut makan walaupun aku tidak terlalu suka menunya. Iya, bubur ayam sebagai santapan pagi itu dari pada nanti aku kelaparan sendiri.
Aku tidak suka suasana yang sepi. Aku iseng menghitung tukang pos yang lewat karena kebetulan kami makan di dekat kantor pos. Mungkin bagi mereka aku adalah makhluk yang malu-maluin atau kurang kerjaan, tapi aku tidak malu, aku hanya berusaha mencairkan suasana aja.
Selesai makan kami melanjutkan perjalanan. Aku menggandeng seorang teman lainnya, perempuan, namanya Ina. Jalanan sudah mulai ramai. Mobil-mobil berlalu lalang disana. Ina dan Agam berkomunikasi dengan menggunakan bahasa Inggris dan aku pun mencoba ikut nimbrung di tengah-tengah mereka. Setelah hampir sampai di tempat tujuan yang sebenarnya, Agam melontarkan pertanyaan terhadapku “Kamu gimana ini? Mau kemana?”
“Udah gampang, ntar aja. Aku ngikut.” Jawabku
Akhirnya berhenti juga jalan kakinya, sudah sampai di Fakultas Sastra tempat dimana diadakan workshop.
“Kamu gimana? Mau jalan-jalan ke Mall dulu? Atau gimana?” tanya Ina
“Hah? Jalan-jalan? Aku kan gak tahu daerah sini.” Jawabku.
“Yach, you can call me anytime.”
Aku melihat ke arah Agam.
“Katanya janjian ketemu sama kakak sepupumu?” tanyanya.
“Iya, masih nanti siang. Jam segini mereka masih kerja.”
“Lha terus? Apa kamu mau ikut acara ini?” tanyanya lagi. Sepertinya dia mengharapkan jawaban ‘tidak’ dariku tapi aku malah memutuskan ikut acara mereka dengan mengeluarkan uang lima puluh ribu rupiah untuk mendaftar. Pengeluaran yang tak terencana tapi lumayanlah gak mahal-mahal amat. Dapat fasilitas buku dari pembicara, snack, makan siang, dan air mineral. Gak apa-apalah, dari pada I do nothing dan gak tahu harus ngapain.
“Gimana?” tanya Agam menoleh ke belakang. Aku sengaja mengambil tempat duduk di belakang Agam karena Ina sudah duduk disampingnya.
“Nanti kalau acaranya udah selesai aku di suruh menghubunginya lagi.”
Tema workshop hari itu adalah “Menulis Cerpen dan Novel”. Wah, pas banget nih, aku juga suka nulis. Dan emang benar, ternyata banyak hal yang sebelumnya tidak aku ketahui aku dapatkan. Terutama bagaimana cara menulis disaat pikiran kita lagi buntu dan yang terpenting adalah cara menumbuhkan semangat untuk menulis itu sendiri.
Aku memperhatikan Ina asyik ngajak ngobrol, cerita kesana-kemari dengan Agam. Aku bingung harus gimana. Aku menyibukkan diri lagi dengan sms teman-teman gilaku. aku bicara seperlunya aja ma Agam bahkan nunggu dia mengajakku bicara duluan atau aku bicara lewat sms karena aku tidak mau dianggap mengganggu mereka berdua yang lagi asyik ngobrol.
Acara diskusi sesi pertama selesai, waktunya menyantap jatah makan siang yang angat sederhana itu. Untuk yang kedua kalinya aku tidak selera makan, tapi apa boleh buat. Aku paksa makan paling tidak untuk mengganjal perutku karena aku tidak mau kelaparan di tempat yang cukup asing bagiku, apalagi aku juga buta tentang makanan apa yang enak di daerah situ yang bisa mengembalikan nafsu makanku. Kali ini aku tidak mau ambil resiko.
Setengah jam berlalu dan acara diskusi sesi kedua dilanjutkan. Pada sesi ini tidak banyak para partisipan yang bertanya. Mungkin karena sudah siang dan capai. Acara yang awalnya terjadwal dari jam 10 pagi dan diperkirakan selesai pada jam 1 siang ini molor satu jam. Dua menit sebelum para partisipan bubar, si pembawa acara mengumumkan bahwa sertifikat bisa langsung diambil pada panitia. Aku agak kaget juga karena memang tidak mengetahui sebelumnya akan dapat sertifikat juga. “Gak sia-sia aku ikut, ternyata ada sertifikatnya juga.” Kataku dalam hati dan tersenyum.
Aku melihat Agam mengantri di depan laptop berniat minta kopian data yang baru saja dipresentasikan oleh pembicara. Kasihan melihat si cowok kurus itu mengantri, apalagi pas jatah dia mengkopi ada kesalahan teknis pada laptopnya. Aku merasa sebel juga melihatnya dan yang aku tahu dia orang yang gampang sekali ngomel dan gak sabaran.
Aku langsung meraih HPku di dalam tas dan menelfon kakakku lagi.
“Ini dimana?” pertanyaan aku lontarkan pada Agam.
“Di Fakultas Sastra, Hayamwuruk.”
Lalu aku mengulanginya untuk memberitahukan kepada kakakku.
“Disuruh menunggu sebentar, nanti dia kemari.” Ucapku yang tidak jelas aku tujukan pada siapa tepatnya. Mereka berdua langsung mengambil tempat duduk yang berdampingan sedang aku harus duduk sendiri dan agak jauh dari mereka. Melihat mereka asyik ngobrol aku pun mendengarkan lagu-lagu yang sudah ada di my playlist di HPku dan bersms ria dengan teman-teman. Sampai akhirnya kakakku telfon dan memberitahu bahwa barang yang aku butuhkan belum selesai di instal.
Aku pun memutuskan untuk pulang saja. Dan fikiranku makin tambah ruwet. Sepanjang perjalanan aku jalan sendiri di belakang agak jauh dengan mereka. Aku menyadari bahwa aku gak mudeng dengan topik pembicaraan mereka. Ya sudah, aku menyibukkan diri lagi dengan sms dan telfon teman-teman gilaku, tepatnya agar aku merasa tidak sendirian. Lalu Agam menoleh ke belakang dan menawari untuk mampir ke masjid dulu dan aku hanya mengangguk sebagai tanda aku menyetujuinya. Di masjid itulah akhirnya tangisku pecah. Padahal sebenarnya aku ingin menahannya sampai rumah baru mau aku ledakkan, tapi ternyata air mataku tidak bisa diajak kompromi.
Aku bingung, jadi ikut pulang bareng mereka dan aku harus siap sakit hati atau aku tidur di tempat kakak? Aku mencoba menghubungi kakakku dan dia menyuruhku untuk menunggu di situ sampai jam 5 sore nanti baru dijemput, lalu aku melihat jam di HPku dan ternyata masih ada waktu satu setengah jam untuk menunggunya. Namun, akhirnya aku memutuskan untuk pulang saja, disamping itu aku merasa gak enak ngrepotin kakakku.
Keluar dari masjid kami langsung dapat bus. Ups.... ternyata sudah penuh dan terpaksalah kami bertiga beridri. Sebenarnya masih ada satu tempat duduk tersisa di depan, mereka menawariku tapi aku menolaknya. “Kalau kalian berdiri ya berdiri semua.” Kataku dalam hati. Kami turun di stasiun untuk membeli karcis karena keesokan harinya Agam akan pergi ke Jakarta. Aku melihat si Ina nempel terus pada Agam. Aku memilih berdiri agak jauh dari mereka supaya mereka tidak merasa terganggu. Aku pun sibuk membaca pengumuman-pengumuman yang tertera di stasiun itu.
Setelah karcis sudah di dapat, kami pun menuju terminal berniat pulang. Sesampainya di terminal ternyata bus jurusan ke kota asal kami tidak ada. Dalam situasi yang membingungkan itu, aku berjalan mundur menghindari bus-bus yang sedang ngantri mencari penumpang dan ....
“aaaaaa.....................” aku menjerit. Spontan Agam langsung mengulurkan kedua tangannya dan menolongku yang hampir terjerembab masuk ke lembah hijau yang baunya tidak sedap itu alias got. Aku melihat Agam khawatir tapi juga ingin tertawa namun dia tahan melihatku yang masih merasa syok.
“Untung aja, gak sampai masuk. Memalukan!” Umpatku dalam hati.
Pas banget, pas haus, ada orang jualan buah-buahan. Hampir aja aku kepincut namun aku urungkan niatku membeli setelah aku perhatikan dengan seksama apa yang ada di samping si penjual. Iya, sampah-sampah yang menggunung membuat seleraku hilang. Aku hanya bisa menelan ludah. lama jugaa menunggu bus tidak ada yang muncul satupun, akhirnya kami memutuskan naik angkot dan menunggu bus di jalan depan. Aku memberitahukan hal itu kepada teman-teman gilaku dan walhasil mereka menertawakan aku dan kejadian yang menimpaku. Mungkin juga aku kualat sama kakakku karena di suruh tidur ditempatnya aku tidak mau.. bisa jadi begitu.
Lumayan lama pula hingga akhirnya dapat bus. Ternyata penuh sesak dan tak ada satu pun dari kami yang mendapatkan tempat duduk bahkan kami terpisah. Aku dan Ina berdiri di tengah-tengah penumpang di bagian tengah dan Agam di belakang. Kira-kira kurang dari 30 menit akan sampai di terminal aku baru dapat tempat duduk. “Duh, rasanya kakiku....” aku mengeluh dalm hati.setelah bus berhenti, Ina pun pamit pulang duluan sedang Agam masih menemaniku menunggu jemputan Duwik. Aku pun mengajak Agam makan dan lagi-lagi aku tidak nafsu makan.
Sekitar lima belas menit setelah kami selesai makan, Duwik muncul. Aku menyuruh Agam pulang duluan tapi....
“Mana helmku?” tanyaku pada Duwik
“Lho....?!” Duwik menjerit. Ekspresinya kaget melihat helmku tidak dia bawa. Padahal selesai ngajar di bimbel dia pulang ke kos berniat mengambil helmku lalu kembali menjemputku. Dan walhasil dia lupa membawakan aku helm. Dasar pelupa! Aku menelfon Agam yang masih di tempat parkir, mau pinjam helm. Lalu dia menghampiri kami. Dengan agak bingung Duwik memutuskan tidak jadi meminjam helm. Aku pun menyuruh Agam pulang. Dengan berbagai cara akhirnya aku memutuskan pinjam helm seorang teman yang rumahnya di dekat daerah situ. Dan kami bisa pulang ke kos dengan selamat.
Malam itulah awal pertengkaran dimulai. Aku sms Agam meminta maaf atas sikapku yang tidak seperti biasanya, yang cerewet dan ceplas ceplos. Dan aku juga menceritakan semua apa yang menyebabkannya. Kami salah paham. Aku mengeluh bahwa Agam nyuekin aku dan dia mengira aku menyibukkan diri dengan sms dan telfon teman-teman gilaku Iya, aku tahu aku yang salah dan aku meminta maaf padanya, namun tidak ada jawaban sama sekali.
Keesokan harinya aku mencoba menghubunginya lewat sms namun tidak ada respon. Aku juga menghubunginya melalui e-mailnya dan masih tidak ada respon. “Seberapa besarkah marahnya?” pikirku.
“Apakah kesalahanku yang belum bisa mengerti bagaimana dia sebenarnya tidak bisa dimaafkan?” tanyaku dalam hati. Aku tidak menyerah untuk menghubunginya bagaimanapun caranya agar dia bisa memaafkan aku.
Dan tepat satu minggu kemudian dia membalas semua pesanku. Dia mengutarakan kekecewaannya terhadapku dari awal dia mengenal aku sampai kejadian satu minggu lalu itu. Dia benar-benar sudah membenciku dan ilfil terhadapku. Namun, dia benar. Aku memang tidak dewasa, tidak bisa mandiri juga tidak peka terhadap lingkungan. Aku tidak pernah mengerti bagaimana dia namun sebaliknya, dia mengerti bagaimana aku.
Dan kenapa dia harus menyalah artikan kebaikanku dan niat tulusku selama ini? Apa harus aku jelaskan padanya satu persatu bahwa aku memberi ini karena ini, aku melakukan ini karena ini?? Aku menganggapnya sudah seperti saudara, seperti kakakku sendiri, teman terbaikku dan tempat curhatku. Apa aku salah jika aku memberinya hadiah sebagai ungkapan rasa terima kasih atas kebaikan dia padaku selama dua tahun ini? Walaupun aku tahu dia tidak minta itu tapi aku juga makhluk yang tahu diri.
Bisa di bilang dia juga guru bagiku. Dia mengajarkan banyak hal padaku terutama untuk selalu berfikir positif terhadap orang lain atau segala peristiwa yang terjadi. Dia juga yang mengajariku agar jiwaku harus tetap hidup.
Haruskah suatu hubungan baik berakhir seperti ini?? Tidak adakah jalan untuk memperbaikinya?
Coba share cerpen nih...
jangan lupa like dan komen yaaa...
Marilah berkarya wahai jiwa muda generasi penerus bangsa, hee hee

Hukum Memulai Salam Ke Perempuan


S. apakah sunnah bagi laki-laki memulai salam kepada orang perempuan. Apakah tafsilnya?
J.
v sunnah : bagi lelaki memulai salam kepada perempuan, apabila perempuan itu sendiri, atau ada hubungan mahram a
tau jariyahnya atau nenek-nenek yang telah lanjut, dan tidak menimbulkan asmara, atau kepada wanita yang baik pebuatannya.
v makruh : memulai salam dengan perempuan yang masih menimbulkan asmara dan tidak berombongan, serta dengan wanita-wanita
yang baik perbuatannya.
v Boleh : memulai salam, apabila pemberi salam berombongan dengan lelaki, walaupun si perempuan tidak berombongan dengan
para wanita yang baik perbuatannya.


Keterangan, dalam kitab:
1. I’anah al-Thalibin
2. Mughni al-Muhtaj

August 10, 2016

PENGOBATAN ALTERNATIF BANSER BARADA KUDUS

KUDUS ( 09/08/2016 )

Kudus_ Banser Barada Kudus kembali turun kedesa-desa dalam rangka menanamkan Ideologi Nahdlatul Ulama di desa cengkal sewu sukolilo pati jawa tenggah.

Kegiatan banser barada kudus di antaranya pengobatan secara alternatif yang di prakasai oleh banser baraada kudus, banyak warga yang secara langsung mendaftarkan dirinya sebagai peserta pengobatan alternatif, salah seorang nenek berumur 85 tahun mengatakan dia salut dalam pengobatan alternatif yang mau turun langsung ketemu warga masyarakat sekaligus memberi bantuan pengobatan alternatif, nenek tersebut merasa ada perubahan didalam dirinya setelah mengikuti pengobatn tersebut, nenek tersebut juga berdoa semoga banser barada tambah sukses dan barokah. Amin..

Setelah kegiatan bhakti sosial pengobtan alternatif dilanjutkan, pengamanan pengajian akbar bersama K.H Anwar Zahid dari bojonegoro. K.H Anwar zahid juga salud kepada banser barada yang bersedia mengawal masyarakat dalam menanamkan ideologi Nahdlatul Ulama yang sangat membatu masyarakat desa cengkal sewu, semoga menjadi manfaat bagi masyarakat dan pengurus nahdlatul ulama tersebut.

.


December 22, 2015

BANSER BARADA KUDUS

KUDUS, suara banser Barada kudus - Banser Wira Husada (Barada) kembali menggelar pengobatan gratis untuk masyarakat. Kegiatan sosial yang digelar kali kelima belas ini dilaksanakan di Masjid Al Muttaqin Margorejo Kecamatan Dawe, kabupaten kudus. (20/15)
Alan Muhammad Sahlan Komandan Banser Kecamatan Dawe didampingi ABS WAfa Ketua Ansor Pimpinan Anak Cabang Dawe menjelaskan, respon masyarakat terhadap pengobatan alternatif gratis ini cukup bagus dan signifikan. "Data yang sudah masuk, sebanyak 115 warga sudah melakukan pendaftaran untuk berobat," katanya.

Tujuan digelarnya pengobatan gratis ini, adalah sebagai bentuk perhatian Banser Barada terhadap masyarakat ekonomi lemah dengan memberikan pelayanan pengobatan kepada mereka.

SUSUNAN PENGURUS PUSAT GP ANSOR


SUSUNAN PENGURUS PUSAT
GERAKAN PEMUDA ANSOR.

DEWAN PENASEHAT

KETUA : Dr. KH. AS’AD SAID ALI
WAKIL KETUA : Prof. Dr. M. NASIR
WAKIL KETUA : SRI SULTAN HAMENGKUBOWONO X

SEKRETARIS : FAHMI AKBAR IDRIS

ANGGOTA :
H. SAIFULLAH YUSUF
ENDIN A.I SOEFIHARA
Prof. Dr. Ir. H. MUHAMMAD NUH, DEA
Drs. A.H. MUJIB ROHMAT
Drs. H. AKHMAD MUQOWAM
HABIB RAHIM ASSEGAF
HABIB HILAL AL ALDID
Drs. IMAM MA’RUF
H. HASAN AMINUDDIN
DIPO NUSANTARA
HAMRA SAMAL
Drs. H. KHAIRUDDIN WAHID
Drs. QOHARI KHOLIL

DEWAN INSTRUKTUR

KETUA : H. NUSRON WAHID
SEKRETARIS : Dr. H. MUHAMMAD AQIL IRHAM
ANGGOTA :
Drs. AHMAD GHAJALI HARAHAP, M.Si
Dr. KH. ABDUL GHOFUR MAIMUN
Dr. H. JURI ARDIANTORO
HARIYANTO OGHIN
AS’AD ISMA
SAHRAN RADEN
M.ILYAS
KH. AHMAD NADHIF
HABIB SHOLEH
KH. NAJIB BUCHORI

PENGURUS HARIAN

KETUA UMUM :
H. YAQUT CHOLIL QOUMAS

WAKIL KETUA UMUM :
DHOHIH AL FARISI
BENNY RAMDHANI
AAM HAAERUL AMRI

KETUA : HASAN BASRI SAGALA
KETUA : ABDUL HARIS MA’MUN
KETUA : SYAIFUL R. DASUKI
KETUA : HENDRIK KURNIAWAN
KETUA : MUJIBURROHMAN
KETUA : ALFA ISNAENI
KETUA : ZAKARIA R. PUATO
KETUA : ENDING SYARIFUDDIN
KETUA : MABRUR
KETUA : FAISAL ATTAMIMI
KETUA : SALEH RAMLI
KETUA : ABDUL HALIL RUMKHEL
KETUA : RUCHMAN BASHORI
KETUA : KH. M. LUTHFI THOMAFI
KETUA : M. AMIN
KETUA : AHMAD SYARIF
KETUA : RIZVI SHIHAB
KETUA : LUKMAN HAKIM
KETUA : RIZQON HALAL SYAH AJI
KETUA : SIDIK SISDIYANTO
KETUA : FAIRUZ AHMAD
KETUA : SUMANTRI SUWARNO
KETUA : FAISAL SAIMIMA
KETUA : ABDUL HAKAM AQSHO
KETUA : KH. SHOLACHUL AAM NOTOBUWONO
KETUA : IDY MUZAYYAD
KETUA : ASEP MULYA HIDAYAT
KETUA : NURUZZAMAN

SEKERTARIS JENDERAL :
ADUNG ABDUL RAHMAN

WAKIL SEKRETARIS JENDERAL :
CASWIYONO RUSDI CAKRAWANGSA
WAKIL SEKRETARIS JENDERAL :
KHAIRUL ANWAR
WAKIL SEKRETARIS JENDERAL :
AHMAD RIFQI AL MUBAROK
WAKIL SEKRETARIS JENDERAL :
TIMBUL PASARIBU
WAKIL SEKRETARIS JENDERAL : JUWANDA
WAKIL SEKRETARIS JENDERAL :
SHOLIHIN
WAKIL SEKRETARIS JENDERAL :
AHMAD WARI
WAKIL SEKRETARIS JENDERAL :
YUDHISTIRA
WAKIL SEKRETARIS JENDERAL :
ULIL ARCHAM
WAKIL SEKRETARIS JENDERAL :
MOH. HADIMUDIN
WAKIL SEKRETARIS JENDERAL :
ABDUL MUIS
WAKIL SEKRETARIS JENDERAL :
AMRAN HB
WAKIL SEKRETARIS JENDERAL :
KH. AUNULLAH A’LA HABIB
WAKIL SEKRETARIS JENDERAL :
BASRI SALAMA
WAKIL SEKRETARIS JENDERAL : ABDURRAHMAN S. FAUZ
WAKIL SEKRETARIS JENDERAL : MOESAFA
WAKIL SEKR ETARIS JENDERAL :
NIZAR RAHMATU
WAKIL SEKRETARIS JENDERAL :
JOHAN J. ANWARI
WAKIL SEKRETARIS JENDERAL :
BAYU DARUSSALAM
WAKIL SEKRETARIS JENDERAL :
ALFAN ASSIROZI
WAKIL SEKRETARIS JENDERAL :
FATKHUL MASYKUR
WAKIL SEKRETARIS JENDERAL :
MAS’UD SHALEH
WAKIL SEKRETARIS JENDERAL :
CHUSNIL MUBARAK
WAKIL SEKRETARIS JENDERAL :
MISKIL MINA MUNIR
WAKIL SEKRETARIS JENDERAL :
MUHAMMAD IDRIS
WAKIL SEKRETARIS JENDERAL :
MUH. MUGHNI
WAKIL SEKRETARIS JENDERAL :ABDUL QODIR AQIL
WAKIL SEKRETARIS JENDERAL :
WIHAJI
WAKIL SEKRETARIS JENDERAL :
MUHAMMAD AZIZ HAKIM
WAKIL SEKRETARIS JENDERAL :
KH. MAHFUDZ CHAMIDZ
WAKIL SEKRETARIS JENDERAL :
MUHAMMAD FADILAH
WAKIL SEKRETARIS JENDERAL :
HADI MUSA SAID
WAKIL SEKRETARIS JENDERAL :
MUHAMMAD NAHDLY

BENDAHARA UMUM :
ZAINAL ABIDIN

WAKIL BENDAHARA UMUM : MUHAMMAD ROFAI
WAKIL BENDAHARA UMUM :
SUBHAN AKSA
WAKIL BENDAHARA UMUM :
HARRY SAPUTRA GANI
WAKIL BENDAHARA UMUM :
ARIES YORDIANTO
WAKIL BENDAHARA UMUM :
ZAINUL MUTTAQIN

Selamat dan Sukses,
Atas terbentuknya PP GP ANSOR

BANSER BARADA KUDUS

BANSER BARADA KUDUS

Ahad ( 20/12/2015) Kegiatan Rutinitas Banser Barada kudus yaitu pengobatan alternatif yang di adakan oleh Organisasi ikatan Pemuda masjid Al Muttaqin Margorejo Dawe Kudus, Kegiatan terebut berjalan lancar seperti biasanya.
salah satu pasien yang kesurupan Oleh mahluk halus alhamdulillah dapat teratasi,, berbagai macam penyakit yang kita temui banyak sekali penyakit yang mengalami penyakit asam urat.