September 11, 2016

BANSER DAWE BERSHOLAWAT


Kudus (10/09/2016)

Setelah kegiatan usai, Gantian GP ANSOR DAWE DAN BANSER DAWE menghadiri undangan khusus dari sahabat suyanto salah satu anggota banser dawe yang telah melaksanakan pernikahannya ( 09/09/2016)
Dalam undangan tersebut GP Ansor Dawe diberi wewenang untuk ikut dalam berpartisipasi dalam Banser Bersholawat bersama Habib Syafi bin Sholeh Al Kaff ( Pembina Rijalul Ansor Kudus )
Allahumma Sholli Ala Muhammad..

KONFERENSI GP ANSOR DAWE

Kudus ( 09/09/2016 )

Telah terlaksananya kegiatan konferensi Gerakan pemuda Ansor kecamatan dawe yang betempat di Gedung MWC NU Kecamatan Dawe, Kegitan konferensi GP ANSOR Dawe ke 16 dihadiri 70 Peserta tetap, 50 Peninjau, dari cabang 10 orang yang ikut hadir mengikuti kegiatan konferensine GP ANSOR DAWE
Di antara tamu undangan
1. K.H Muhdi Ahmad dari kudus
2. K.H Jamasri ( Syuri'ah NU Dawe )
3. K. Thoha Fathoni ( Rois Syuriah )
4. K. H EM Masfu'i ( Mantan Ketua Ansor Dawe )
5. K. H Abdul Muid dari kudus
6. PC ANSOR KUDUS
7. PAC Se-kabupoaten Kudus
8. Habib Ali Hasyim bin Abdurohman Al Hadad dari Jakarta

Kegiatan Konferensi GP Ansor Dawe ke 16 mencapai puncaknya. Secara aklamasi, Muhammad Sahlan atau Gus Sahlan terpilih menjadi Ketua Umum GP Ansor Dawe periode 2016-2020.

"Mengesahkan Muhammad Sahlan sebagai Ketua Gerakan Pemuda Ansor Kecamatan Dawe dengan wewenang mengemban hak dan kewajibannya," ucap ABS Wafa di Gedung MWC NU DAWE KUDUS, Jumat (09/09/2016).

Gus Sahlan mendapat dukungan 10 Ranting dari 16 Ranting yang Aktif.


Saat pemilihan, ketidaksepakatan sistem pemilihan secara Ahlul Halli Wal Aqli (AHWA) atau perwakilan semacam tim formatur untuk memilih ketua umum oleh sejumlah peserta Konferancab, tidak terjadi dalam Konferancab GP Ansor.

"Sesuai tata tertib pemilihan umum, jika terdapat calon tunggal maka calon tunggal langsung ditetapkan secara aklamasi," ujar Wafa yang sudah menjadi ketua umum demisioner.

Selamat dan sukses buat sahabat Sahlan yang Telah terpilih menjadi Ketua Umum GP ANSOR DAWE, Semoga menjadi pemimpin yang amanah.

August 11, 2016

BIOGRAFI SUNAN GUNUNG JATI

Biografi Sunan Gunung Jati. Nama aslinya adalah Syech Syarief Hidayatulloh yang dilahirkan Tahun 1448 Masehi. Ayahanda Syech Syarief Hidayatulloh adalah Syarief Abdullah, seorang dari Mesir keturunan ke 17 Rosulullah SAW, bergelar Sultan Maulana Muhamad, Ibunda Syech Syarief Hidayatullah adalah Nyai Rara Santang dan setelah masuk Islam berganti nama menjadi Syarifah Muda’im adalah Putri Prabu Siliwangi dari kerajaan Padjajaran. Syech Syarief Hidayatullah berkelana untuk belajar Agama Islam dan sampai di Cirebon pada tahun 1470 Masehi. Syech Syarief Hidayatullah dengan didukung uwanya, Tumenggung Cerbon Sri Manggana Cakrabuana alias Pangeran Walangsungsang dan didukung Kerajaan Demak, dinobatkan menjadi Raja Cerbon dengan gelar Maulana Jati pada tahun 1479.


Sejak itu pembangunan insfrastruktur Kerajaan Cirebon kemudian dibangun dengan dibantu oleh Sunan Kalijaga, Arsitek Demak Raden Sepat, yaitu Pembangunan Keraton Pakungwati, Masjid Agung Sang Cipta Rasa, jalan pinggir laut antara Keraajaan Pakungwati dan Amparan Jati serta Pelabuhan Muara Jati.

Menyebarkan Islam
Syech Maulana
Jati pada Tahun 1526 Masehi, menyebarkan Islam sampai Banten dan menjadikannya Daerah Kerajaan Cirebon. Dan pada Tahun 1526 Masehi juga tentara Kerajaan Cirebon dibantu oleh Kerajaan Demak dipimpin oleh Panglima Perang bernama Fatahillah merebut Sunda Kelapa dan Portugis, dan diberi nama baru yaitu Jayakarta.

Pada tahun 1533 Masehi, Banten menjadi Kasultanan Banten dengan Sultannya adalah Putra dari Syech Maulana Jati yaitu Sultan Hasanuddin. Syech Maulana Jati salah seorang Wali Sanga yang mempekenalkan visi baru bagi masyarakat tentang apa arti menjadi Pemimpin, apa makna Masyarakatm, apa Tujuan, Masyarakat, bagaimana seharusnya berkiprah di dalam dunia ini lewat Proses Pemberdyaan.

Syech Maulan Jati melakukan tugas dakwah menyebarkan Agama Islam ke berbagai lapisan Masyarakat dengan dukungan personel dan dukungan aspek organisasi kelompok Forum Walisanga, dimana forum Walisanga secara efektif dijadikan sebagai organisasi dan alat kepentingan dakwah, merupakan siasat yang tepat untuk mempercepat teresebarnya Agama Islam.

Syech Maulana Jati berpulang ke Rahmatullah pada tanggal 26 Rayagung tahun 891 Hijriah atau bertepatan dengan tahun 1568 Masehi. Tanggal Jawanya adalah 11 Krisnapaksa bulan Badramasa tahun 1491 Saka. Meninggal dalam usia 120 tahun, sehingga Putra dan Cucunya tidak sempat memimpin Cirebon karena meninggal terlebih dahulu. Sehingga cicitnya yang memimpin setelah Syech Maulana Jati. Syech Syarief Hidayatullah kemudian dikenal dengan Sunan Gunung Jati karena dimakamkan di Bukit Gunung Jati.

BIOGRAFI ABDUL RAHMAN WAHID


Abdurrahman “Addakhil”, adalah nama lengkap Gus Dur pada waktu masih kecil. Secara leksikal, Addakhil berarti “Sang Penakluk”, nama ini di ambil dari seorang perintis Dinasti Umayyah yang menancapkan tonggak kejayaan Islam di Spanyol oleh ayahnya. Belakangan kata Addakhil tak cukup dikenal dan diganti nama Wahid, Abdurrahman Wahid, dan kemudian lebih dikenal dengan Gus Dur. “Gus” adalah panggilan kehormatan khas pesantren kepada anak kiai yang berarti “mas”.
Hasil gambar untuk gusdur
Abdurrahman Wahid yang lebih akrab dipanggil Gus Dur adalah presiden RI ke-4 , Gus Dur mulai menjabat menjadi presiden pada 20 Oktober 1999 hingga 24 Juli 2001. Beliau dilahirkan di desa Denanyar, Jombang di rumah Pesantren milik kakeknya dari pihak ibu. KH. Bisri Syansuri. Tanggal 4 Agustus 1940 adalah hari kelahiran beliau, walau ada yang berbeda pendapat dalam hal ini, sebagian lain menyatakan gus dur lahir tanggal 4 bulan 8 menurut kalender islam, jadi gus dur dilahirkan tanggal 7 september 1940. Namun tanggal 4 Agustus adalah Ultah yang biasa dirayakan oleh keluarga beliau.
Gus Dur adalah putra pertama dari enam bersaudara. Ayahnya bernama KH. Wahid Hasyim adalah menteri agama pada tahun 1949-1952 . Sedangkan Ibunya bernama Hj. Sholehah adalah putri pendiri Pesantren Denanyar Jombang, K.H. Bisri Syamsuri.Sejak masa kanak-kanak, Gus Dur mempunyai kegemaran membaca dan rajin memanfaatkan perpustakaan pribadi ayahnya. Pada usia belasan tahun Gus Dur telah akrab dengan berbagai majalah, surat kabar, novel dan buku-buku. Di samping membaca, beliau juga hobi bermain bola, catur dan musik. Masa remaja Gus Dur sebagian besar dihabiskan di Yogyakarta dan Tegalrejo. Di dua tempat inilah pengembangan ilmu pengetahuan mulai meningkat. Masa berikutnya, Gus Dur tinggal di Jombang, di pesantren Tambak Beras, sampai kemudian melanjutkan studinya di Mesir.
Masa remaja Gus Dur sebagian besar dihabiskan di Yogyakarta dan Tegalrejo. Di dua tempat inilah pengembangan ilmu pengetahuan mulai meningkat. Masa berikutnya, Gus Dur tinggal di Jombang, di pesantren Tambak Beras, sampai kemudian melanjutkan studinya di Mesir. Sebelum berangkat ke Mesir, pamannya telah melamarkan seorang gadis untuknya, yaitu Sinta Nuriyah anak Haji Muh. Sakur. Perkawinannya dilaksanakan ketika Gus Dur berada di Mesir. Dari perkawinannya dengan Sinta Nuriyah, mereka dikarunia empat orang anak, yaitu Alissa Qotrunnada Munawaroh, Zannuba Arifah Chafsoh, Annita Hayatunnufus, dan nayah Wulandari.
Sepulang dari pengembaraannya mencari ilmu, Gus Dur kembali ke Jombang dan memilih menjadi guru. Pada tahun 1971, beliau bergabung di Fakultas Ushuludin Universitas Tebu Ireng Jombang. Tiga tahun kemudian beliau menjadi sekretaris Pesantren Tebu Ireng, dan pada tahun yang sama Gus Dur mulai menjadi penulis. Beliau kembali menekuni bakatnya sebagaii penulis dan kolumnis. Lewat tulisan-tulisan tersebut gagasan pemikiran Gus Dur mulai mendapat perhatian banyak.
Pada tahun 1974 Gus Dur diminta pamannya, K.H. Yusuf Hasyim untuk membantu di Pesantren Tebu Ireng Jombang dengan menjadi sekretaris. Dari sini Gus Dur mulai sering mendapatkan undangan menjadi nara sumber pada sejumlah forum diskusi keagamaan dan kepesantrenan, baik di dalam maupun luar negeri. Selanjutnya Gus Dur terlibat dalam kegiatan LSM. Pertama di LP3ES bersama Dawam Rahardjo, Aswab Mahasin dan Adi Sasono dalam proyek pengembangan pesantren, kemudian Gus Dur mendirikan P3M yang dimotori oleh LP3ES.
Pada tahun 1979 Gus Dur pindah ke Jakarta. Mula-mula beliau merintis Pesantren Ciganjur. Sementara pada awal tahun 1980 Gus Dur dipercaya sebagai wakil katib syuriah PBNU. Di sini Gus Dur terlibat dalam diskusi dan perdebatan yang serius mengenai masalah agama, sosial dan politik dengan berbagai kalangan lintas agama, suku dan disiplin. Gus Dur semakin serius menulis dan bergelut dengan dunianya, baik di lapangan kebudayaan, politik, maupun pemikiran keislaman. Karier yang dianggap `menyimpang`-dalam kapasitasnya sebagai seorang tokoh agamasekaligus pengurus PBNU-dan mengundang cibiran adalah ketika menjadi ketua Dewan Kesenian Jakarta (DKJ) pada tahunn 1983. Beliau juga menjadi ketua juri dalam Festival Film Indonesia (FFI) tahun 1986, 1987.
Pada tahun 1984 Gus Dur dipilih secara aklamasi oleh sebuah tim ahl hall wa al-`aqdi yang diketuai K.H. As`ad Syamsul Arifin untuk menduduki jabatan ketua umum PBNU pada muktamar ke-27 di Situbondo. Jabatan tersebut kembali dikukuhkan pada muktamar ke-28 di pesantren Krapyak Yogyakarta (1989), dan muktamar di Cipasung Jawa Barat (1994). Jabatan ketua umum PBNU kemudian dilepas ketika Gus Dur menjabat presiden RI ke-4. Selama menjadi presiden, tidak sedikit pemikiran Gus Dur kontroversial. Seringkali pendapatnya berbeda dari pendapat banyak orang.
Gus Dur wafat pada hari Rabu, 30 Desember 2009, di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo, Jakarta, pada pukul 18.45 WIB pada usia 69 tahun. Beliau dimakamkan secara kenegaraan yang dipimpin langsung oleh Presiden RI di kompleks Pondok Pesantren Tebuireng pada tanggal 31 Desember 2009. Pondok pesantren tempat Gus Dur dimakamkan menjadi maskot Kabupaten Jombang sebagai tempat ziarah yang memiliki daya tarik tak tertandingi. Bahkan orang-orang yang selama ini berseberangan politik dengan Gus Dur akan cenderung mengagungkan Gus Dur bukan karena prestasi politiknya melainkan karena berkahnya yang diyakini mampu memberikan perlindungan dan rasa aman.

CERPEN YANG TIDAK DI MAAFKAN

by: be_imuet
Kriiiiiiiing......... suara alarm di HPku yang sengaja aku pasang pada jam 03.00 pagi membangunkanku dari tidurku yang sungguh tak nyenyak. Aku bergegas membangunkan Duwik yang sebelumnya sudah pesan agar dibangunkan. Eh, bukannya bangun malah dia bilang “Sudah bangun.” Lalu kembali tidur lagi. Duh, ni anak bener-bener kelewatan. Aku cuma bisa menggeleng. Sial! Gara-gara dia aku tidak bisa tidur lagi. Dengan bermalas-malasan tepat jam 04.45 aku bangun.
Hari yang cukup cerah. Dan aku harus bangun pagi karenanya, padahal aku males banget bangun pagi. Kalo boleh bilang I HATE GET UP EARLY! Entah kalian setuju atau tidak itu urusan kalian. Bangun pagi, mandi pada hawa yang dingin ini lalu berkemas untuk siap-siap pergi ke luar kota. Jam 05.15 aku sudah berada di tempat yang di tunjuk seorang teman saat kami ngatur janji semalam. Kurang lebih 20 menit aku menunggu kedatangannya, dan akhirnya muncul juga tuh orang. Lalu kami naik ke atas bus ke kota tujuan. Iya, kota yang tidak aku harapkan. Benar-benar bukan kota idaman. Jalur lalu lintas yang padat, bus yang penuh sesak dan bikin gerah.
Aku melihat sekelilingku tertidur dan suasana di dalam bus menjadi sepi.
“Duh, ini pada kesirep apaan ya kok pagi-pagi gini di bus yang penuh sesak ini pada bisa tidur?” ucapku dalam hati. Wah, bosen banget nih.... mau ngajak ngobrol siapa? Seorang teman yang duduk disebelahku pun ikut tidur, lalu aku menyibukkan diri dengan HPku, mencoba menikmatinya dengan apa adanya selama kurang lebih satu setengah jam.
Dengan bau air got yang menusuk hidung, aku masih sempat mencium wangi bau makanan di terminal sesaat setelah kami sampai. “Laper....” Kataku manja yang aku tujukan kepada seorang teman sambil memegangi perutku. Teman yang lain menawariku untuk sarapan terlebih dahulu sebelum kami melanjutkan perjalanan ke tempat yang dituju. “Tidak, aku rasa aku tidak akan merasakan kelezatan makanan di tempat seperti ini.” Ujarku. “Tapi ya terserah dia..” Lanjutku. Ucapan yang jelas aku tujukan kepada seorang lainnya. Iya, aku lupa bilang bahwa kami pergi bertiga. Sebenarnya dua orang temanku pergi ke kota itu untuk suatu urusan yang agak penting dan dengan tidak direncanakan semula, aku ikut dengan mereka dengan tujuan akan menemui kakakku untuk mengambil sebuah barang berharga. Iya, aku bilang berharga karena barang itu adalah salah satu aset demi berlangsungnya masa depanku yang belum sempat terbayang olehku.
Akhirnya kami memutuskan melanjutkan perjalanan dengan menaiki bus selanjutnya. Kami turun di tengah kota, lalu kami berjalan kaki sambil menikmati udara yang lumayan sejuk belum tercemar banyak polusi di pagi itu. Iya, jam 07.30 kami sampai di tempat tujuan. Di sebuah universitas ternama di negeri ini yang merupakan salah satu universitas favorit di kota itu. Wuih, ternyata berderet makanan tersedia di pinggir jalan sepanjang jalan kenangan, eh bukan maksudku jalan menuju kampus itu.
Aku yang sudah tak tahan lapar pun melirik tulisan-tulisan yang tertera di gerobak dorong si penjual. Nah, akhirnya berhenti juga... Agam (seorang teman laki-lakiku) menawariku untuk sarapan. Setelah agak lama, aku memutuskan ikut makan walaupun aku tidak terlalu suka menunya. Iya, bubur ayam sebagai santapan pagi itu dari pada nanti aku kelaparan sendiri.
Aku tidak suka suasana yang sepi. Aku iseng menghitung tukang pos yang lewat karena kebetulan kami makan di dekat kantor pos. Mungkin bagi mereka aku adalah makhluk yang malu-maluin atau kurang kerjaan, tapi aku tidak malu, aku hanya berusaha mencairkan suasana aja.
Selesai makan kami melanjutkan perjalanan. Aku menggandeng seorang teman lainnya, perempuan, namanya Ina. Jalanan sudah mulai ramai. Mobil-mobil berlalu lalang disana. Ina dan Agam berkomunikasi dengan menggunakan bahasa Inggris dan aku pun mencoba ikut nimbrung di tengah-tengah mereka. Setelah hampir sampai di tempat tujuan yang sebenarnya, Agam melontarkan pertanyaan terhadapku “Kamu gimana ini? Mau kemana?”
“Udah gampang, ntar aja. Aku ngikut.” Jawabku
Akhirnya berhenti juga jalan kakinya, sudah sampai di Fakultas Sastra tempat dimana diadakan workshop.
“Kamu gimana? Mau jalan-jalan ke Mall dulu? Atau gimana?” tanya Ina
“Hah? Jalan-jalan? Aku kan gak tahu daerah sini.” Jawabku.
“Yach, you can call me anytime.”
Aku melihat ke arah Agam.
“Katanya janjian ketemu sama kakak sepupumu?” tanyanya.
“Iya, masih nanti siang. Jam segini mereka masih kerja.”
“Lha terus? Apa kamu mau ikut acara ini?” tanyanya lagi. Sepertinya dia mengharapkan jawaban ‘tidak’ dariku tapi aku malah memutuskan ikut acara mereka dengan mengeluarkan uang lima puluh ribu rupiah untuk mendaftar. Pengeluaran yang tak terencana tapi lumayanlah gak mahal-mahal amat. Dapat fasilitas buku dari pembicara, snack, makan siang, dan air mineral. Gak apa-apalah, dari pada I do nothing dan gak tahu harus ngapain.
“Gimana?” tanya Agam menoleh ke belakang. Aku sengaja mengambil tempat duduk di belakang Agam karena Ina sudah duduk disampingnya.
“Nanti kalau acaranya udah selesai aku di suruh menghubunginya lagi.”
Tema workshop hari itu adalah “Menulis Cerpen dan Novel”. Wah, pas banget nih, aku juga suka nulis. Dan emang benar, ternyata banyak hal yang sebelumnya tidak aku ketahui aku dapatkan. Terutama bagaimana cara menulis disaat pikiran kita lagi buntu dan yang terpenting adalah cara menumbuhkan semangat untuk menulis itu sendiri.
Aku memperhatikan Ina asyik ngajak ngobrol, cerita kesana-kemari dengan Agam. Aku bingung harus gimana. Aku menyibukkan diri lagi dengan sms teman-teman gilaku. aku bicara seperlunya aja ma Agam bahkan nunggu dia mengajakku bicara duluan atau aku bicara lewat sms karena aku tidak mau dianggap mengganggu mereka berdua yang lagi asyik ngobrol.
Acara diskusi sesi pertama selesai, waktunya menyantap jatah makan siang yang angat sederhana itu. Untuk yang kedua kalinya aku tidak selera makan, tapi apa boleh buat. Aku paksa makan paling tidak untuk mengganjal perutku karena aku tidak mau kelaparan di tempat yang cukup asing bagiku, apalagi aku juga buta tentang makanan apa yang enak di daerah situ yang bisa mengembalikan nafsu makanku. Kali ini aku tidak mau ambil resiko.
Setengah jam berlalu dan acara diskusi sesi kedua dilanjutkan. Pada sesi ini tidak banyak para partisipan yang bertanya. Mungkin karena sudah siang dan capai. Acara yang awalnya terjadwal dari jam 10 pagi dan diperkirakan selesai pada jam 1 siang ini molor satu jam. Dua menit sebelum para partisipan bubar, si pembawa acara mengumumkan bahwa sertifikat bisa langsung diambil pada panitia. Aku agak kaget juga karena memang tidak mengetahui sebelumnya akan dapat sertifikat juga. “Gak sia-sia aku ikut, ternyata ada sertifikatnya juga.” Kataku dalam hati dan tersenyum.
Aku melihat Agam mengantri di depan laptop berniat minta kopian data yang baru saja dipresentasikan oleh pembicara. Kasihan melihat si cowok kurus itu mengantri, apalagi pas jatah dia mengkopi ada kesalahan teknis pada laptopnya. Aku merasa sebel juga melihatnya dan yang aku tahu dia orang yang gampang sekali ngomel dan gak sabaran.
Aku langsung meraih HPku di dalam tas dan menelfon kakakku lagi.
“Ini dimana?” pertanyaan aku lontarkan pada Agam.
“Di Fakultas Sastra, Hayamwuruk.”
Lalu aku mengulanginya untuk memberitahukan kepada kakakku.
“Disuruh menunggu sebentar, nanti dia kemari.” Ucapku yang tidak jelas aku tujukan pada siapa tepatnya. Mereka berdua langsung mengambil tempat duduk yang berdampingan sedang aku harus duduk sendiri dan agak jauh dari mereka. Melihat mereka asyik ngobrol aku pun mendengarkan lagu-lagu yang sudah ada di my playlist di HPku dan bersms ria dengan teman-teman. Sampai akhirnya kakakku telfon dan memberitahu bahwa barang yang aku butuhkan belum selesai di instal.
Aku pun memutuskan untuk pulang saja. Dan fikiranku makin tambah ruwet. Sepanjang perjalanan aku jalan sendiri di belakang agak jauh dengan mereka. Aku menyadari bahwa aku gak mudeng dengan topik pembicaraan mereka. Ya sudah, aku menyibukkan diri lagi dengan sms dan telfon teman-teman gilaku, tepatnya agar aku merasa tidak sendirian. Lalu Agam menoleh ke belakang dan menawari untuk mampir ke masjid dulu dan aku hanya mengangguk sebagai tanda aku menyetujuinya. Di masjid itulah akhirnya tangisku pecah. Padahal sebenarnya aku ingin menahannya sampai rumah baru mau aku ledakkan, tapi ternyata air mataku tidak bisa diajak kompromi.
Aku bingung, jadi ikut pulang bareng mereka dan aku harus siap sakit hati atau aku tidur di tempat kakak? Aku mencoba menghubungi kakakku dan dia menyuruhku untuk menunggu di situ sampai jam 5 sore nanti baru dijemput, lalu aku melihat jam di HPku dan ternyata masih ada waktu satu setengah jam untuk menunggunya. Namun, akhirnya aku memutuskan untuk pulang saja, disamping itu aku merasa gak enak ngrepotin kakakku.
Keluar dari masjid kami langsung dapat bus. Ups.... ternyata sudah penuh dan terpaksalah kami bertiga beridri. Sebenarnya masih ada satu tempat duduk tersisa di depan, mereka menawariku tapi aku menolaknya. “Kalau kalian berdiri ya berdiri semua.” Kataku dalam hati. Kami turun di stasiun untuk membeli karcis karena keesokan harinya Agam akan pergi ke Jakarta. Aku melihat si Ina nempel terus pada Agam. Aku memilih berdiri agak jauh dari mereka supaya mereka tidak merasa terganggu. Aku pun sibuk membaca pengumuman-pengumuman yang tertera di stasiun itu.
Setelah karcis sudah di dapat, kami pun menuju terminal berniat pulang. Sesampainya di terminal ternyata bus jurusan ke kota asal kami tidak ada. Dalam situasi yang membingungkan itu, aku berjalan mundur menghindari bus-bus yang sedang ngantri mencari penumpang dan ....
“aaaaaa.....................” aku menjerit. Spontan Agam langsung mengulurkan kedua tangannya dan menolongku yang hampir terjerembab masuk ke lembah hijau yang baunya tidak sedap itu alias got. Aku melihat Agam khawatir tapi juga ingin tertawa namun dia tahan melihatku yang masih merasa syok.
“Untung aja, gak sampai masuk. Memalukan!” Umpatku dalam hati.
Pas banget, pas haus, ada orang jualan buah-buahan. Hampir aja aku kepincut namun aku urungkan niatku membeli setelah aku perhatikan dengan seksama apa yang ada di samping si penjual. Iya, sampah-sampah yang menggunung membuat seleraku hilang. Aku hanya bisa menelan ludah. lama jugaa menunggu bus tidak ada yang muncul satupun, akhirnya kami memutuskan naik angkot dan menunggu bus di jalan depan. Aku memberitahukan hal itu kepada teman-teman gilaku dan walhasil mereka menertawakan aku dan kejadian yang menimpaku. Mungkin juga aku kualat sama kakakku karena di suruh tidur ditempatnya aku tidak mau.. bisa jadi begitu.
Lumayan lama pula hingga akhirnya dapat bus. Ternyata penuh sesak dan tak ada satu pun dari kami yang mendapatkan tempat duduk bahkan kami terpisah. Aku dan Ina berdiri di tengah-tengah penumpang di bagian tengah dan Agam di belakang. Kira-kira kurang dari 30 menit akan sampai di terminal aku baru dapat tempat duduk. “Duh, rasanya kakiku....” aku mengeluh dalm hati.setelah bus berhenti, Ina pun pamit pulang duluan sedang Agam masih menemaniku menunggu jemputan Duwik. Aku pun mengajak Agam makan dan lagi-lagi aku tidak nafsu makan.
Sekitar lima belas menit setelah kami selesai makan, Duwik muncul. Aku menyuruh Agam pulang duluan tapi....
“Mana helmku?” tanyaku pada Duwik
“Lho....?!” Duwik menjerit. Ekspresinya kaget melihat helmku tidak dia bawa. Padahal selesai ngajar di bimbel dia pulang ke kos berniat mengambil helmku lalu kembali menjemputku. Dan walhasil dia lupa membawakan aku helm. Dasar pelupa! Aku menelfon Agam yang masih di tempat parkir, mau pinjam helm. Lalu dia menghampiri kami. Dengan agak bingung Duwik memutuskan tidak jadi meminjam helm. Aku pun menyuruh Agam pulang. Dengan berbagai cara akhirnya aku memutuskan pinjam helm seorang teman yang rumahnya di dekat daerah situ. Dan kami bisa pulang ke kos dengan selamat.
Malam itulah awal pertengkaran dimulai. Aku sms Agam meminta maaf atas sikapku yang tidak seperti biasanya, yang cerewet dan ceplas ceplos. Dan aku juga menceritakan semua apa yang menyebabkannya. Kami salah paham. Aku mengeluh bahwa Agam nyuekin aku dan dia mengira aku menyibukkan diri dengan sms dan telfon teman-teman gilaku Iya, aku tahu aku yang salah dan aku meminta maaf padanya, namun tidak ada jawaban sama sekali.
Keesokan harinya aku mencoba menghubunginya lewat sms namun tidak ada respon. Aku juga menghubunginya melalui e-mailnya dan masih tidak ada respon. “Seberapa besarkah marahnya?” pikirku.
“Apakah kesalahanku yang belum bisa mengerti bagaimana dia sebenarnya tidak bisa dimaafkan?” tanyaku dalam hati. Aku tidak menyerah untuk menghubunginya bagaimanapun caranya agar dia bisa memaafkan aku.
Dan tepat satu minggu kemudian dia membalas semua pesanku. Dia mengutarakan kekecewaannya terhadapku dari awal dia mengenal aku sampai kejadian satu minggu lalu itu. Dia benar-benar sudah membenciku dan ilfil terhadapku. Namun, dia benar. Aku memang tidak dewasa, tidak bisa mandiri juga tidak peka terhadap lingkungan. Aku tidak pernah mengerti bagaimana dia namun sebaliknya, dia mengerti bagaimana aku.
Dan kenapa dia harus menyalah artikan kebaikanku dan niat tulusku selama ini? Apa harus aku jelaskan padanya satu persatu bahwa aku memberi ini karena ini, aku melakukan ini karena ini?? Aku menganggapnya sudah seperti saudara, seperti kakakku sendiri, teman terbaikku dan tempat curhatku. Apa aku salah jika aku memberinya hadiah sebagai ungkapan rasa terima kasih atas kebaikan dia padaku selama dua tahun ini? Walaupun aku tahu dia tidak minta itu tapi aku juga makhluk yang tahu diri.
Bisa di bilang dia juga guru bagiku. Dia mengajarkan banyak hal padaku terutama untuk selalu berfikir positif terhadap orang lain atau segala peristiwa yang terjadi. Dia juga yang mengajariku agar jiwaku harus tetap hidup.
Haruskah suatu hubungan baik berakhir seperti ini?? Tidak adakah jalan untuk memperbaikinya?
Coba share cerpen nih...
jangan lupa like dan komen yaaa...
Marilah berkarya wahai jiwa muda generasi penerus bangsa, hee hee

Hukum Memulai Salam Ke Perempuan


S. apakah sunnah bagi laki-laki memulai salam kepada orang perempuan. Apakah tafsilnya?
J.
v sunnah : bagi lelaki memulai salam kepada perempuan, apabila perempuan itu sendiri, atau ada hubungan mahram a
tau jariyahnya atau nenek-nenek yang telah lanjut, dan tidak menimbulkan asmara, atau kepada wanita yang baik pebuatannya.
v makruh : memulai salam dengan perempuan yang masih menimbulkan asmara dan tidak berombongan, serta dengan wanita-wanita
yang baik perbuatannya.
v Boleh : memulai salam, apabila pemberi salam berombongan dengan lelaki, walaupun si perempuan tidak berombongan dengan
para wanita yang baik perbuatannya.


Keterangan, dalam kitab:
1. I’anah al-Thalibin
2. Mughni al-Muhtaj

August 10, 2016

PENGOBATAN ALTERNATIF BANSER BARADA KUDUS

KUDUS ( 09/08/2016 )

Kudus_ Banser Barada Kudus kembali turun kedesa-desa dalam rangka menanamkan Ideologi Nahdlatul Ulama di desa cengkal sewu sukolilo pati jawa tenggah.

Kegiatan banser barada kudus di antaranya pengobatan secara alternatif yang di prakasai oleh banser baraada kudus, banyak warga yang secara langsung mendaftarkan dirinya sebagai peserta pengobatan alternatif, salah seorang nenek berumur 85 tahun mengatakan dia salut dalam pengobatan alternatif yang mau turun langsung ketemu warga masyarakat sekaligus memberi bantuan pengobatan alternatif, nenek tersebut merasa ada perubahan didalam dirinya setelah mengikuti pengobatn tersebut, nenek tersebut juga berdoa semoga banser barada tambah sukses dan barokah. Amin..

Setelah kegiatan bhakti sosial pengobtan alternatif dilanjutkan, pengamanan pengajian akbar bersama K.H Anwar Zahid dari bojonegoro. K.H Anwar zahid juga salud kepada banser barada yang bersedia mengawal masyarakat dalam menanamkan ideologi Nahdlatul Ulama yang sangat membatu masyarakat desa cengkal sewu, semoga menjadi manfaat bagi masyarakat dan pengurus nahdlatul ulama tersebut.

.


December 22, 2015

BANSER BARADA KUDUS

KUDUS, suara banser Barada kudus - Banser Wira Husada (Barada) kembali menggelar pengobatan gratis untuk masyarakat. Kegiatan sosial yang digelar kali kelima belas ini dilaksanakan di Masjid Al Muttaqin Margorejo Kecamatan Dawe, kabupaten kudus. (20/15)
Alan Muhammad Sahlan Komandan Banser Kecamatan Dawe didampingi ABS WAfa Ketua Ansor Pimpinan Anak Cabang Dawe menjelaskan, respon masyarakat terhadap pengobatan alternatif gratis ini cukup bagus dan signifikan. "Data yang sudah masuk, sebanyak 115 warga sudah melakukan pendaftaran untuk berobat," katanya.

Tujuan digelarnya pengobatan gratis ini, adalah sebagai bentuk perhatian Banser Barada terhadap masyarakat ekonomi lemah dengan memberikan pelayanan pengobatan kepada mereka.

SUSUNAN PENGURUS PUSAT GP ANSOR


SUSUNAN PENGURUS PUSAT
GERAKAN PEMUDA ANSOR.

DEWAN PENASEHAT

KETUA : Dr. KH. AS’AD SAID ALI
WAKIL KETUA : Prof. Dr. M. NASIR
WAKIL KETUA : SRI SULTAN HAMENGKUBOWONO X

SEKRETARIS : FAHMI AKBAR IDRIS

ANGGOTA :
H. SAIFULLAH YUSUF
ENDIN A.I SOEFIHARA
Prof. Dr. Ir. H. MUHAMMAD NUH, DEA
Drs. A.H. MUJIB ROHMAT
Drs. H. AKHMAD MUQOWAM
HABIB RAHIM ASSEGAF
HABIB HILAL AL ALDID
Drs. IMAM MA’RUF
H. HASAN AMINUDDIN
DIPO NUSANTARA
HAMRA SAMAL
Drs. H. KHAIRUDDIN WAHID
Drs. QOHARI KHOLIL

DEWAN INSTRUKTUR

KETUA : H. NUSRON WAHID
SEKRETARIS : Dr. H. MUHAMMAD AQIL IRHAM
ANGGOTA :
Drs. AHMAD GHAJALI HARAHAP, M.Si
Dr. KH. ABDUL GHOFUR MAIMUN
Dr. H. JURI ARDIANTORO
HARIYANTO OGHIN
AS’AD ISMA
SAHRAN RADEN
M.ILYAS
KH. AHMAD NADHIF
HABIB SHOLEH
KH. NAJIB BUCHORI

PENGURUS HARIAN

KETUA UMUM :
H. YAQUT CHOLIL QOUMAS

WAKIL KETUA UMUM :
DHOHIH AL FARISI
BENNY RAMDHANI
AAM HAAERUL AMRI

KETUA : HASAN BASRI SAGALA
KETUA : ABDUL HARIS MA’MUN
KETUA : SYAIFUL R. DASUKI
KETUA : HENDRIK KURNIAWAN
KETUA : MUJIBURROHMAN
KETUA : ALFA ISNAENI
KETUA : ZAKARIA R. PUATO
KETUA : ENDING SYARIFUDDIN
KETUA : MABRUR
KETUA : FAISAL ATTAMIMI
KETUA : SALEH RAMLI
KETUA : ABDUL HALIL RUMKHEL
KETUA : RUCHMAN BASHORI
KETUA : KH. M. LUTHFI THOMAFI
KETUA : M. AMIN
KETUA : AHMAD SYARIF
KETUA : RIZVI SHIHAB
KETUA : LUKMAN HAKIM
KETUA : RIZQON HALAL SYAH AJI
KETUA : SIDIK SISDIYANTO
KETUA : FAIRUZ AHMAD
KETUA : SUMANTRI SUWARNO
KETUA : FAISAL SAIMIMA
KETUA : ABDUL HAKAM AQSHO
KETUA : KH. SHOLACHUL AAM NOTOBUWONO
KETUA : IDY MUZAYYAD
KETUA : ASEP MULYA HIDAYAT
KETUA : NURUZZAMAN

SEKERTARIS JENDERAL :
ADUNG ABDUL RAHMAN

WAKIL SEKRETARIS JENDERAL :
CASWIYONO RUSDI CAKRAWANGSA
WAKIL SEKRETARIS JENDERAL :
KHAIRUL ANWAR
WAKIL SEKRETARIS JENDERAL :
AHMAD RIFQI AL MUBAROK
WAKIL SEKRETARIS JENDERAL :
TIMBUL PASARIBU
WAKIL SEKRETARIS JENDERAL : JUWANDA
WAKIL SEKRETARIS JENDERAL :
SHOLIHIN
WAKIL SEKRETARIS JENDERAL :
AHMAD WARI
WAKIL SEKRETARIS JENDERAL :
YUDHISTIRA
WAKIL SEKRETARIS JENDERAL :
ULIL ARCHAM
WAKIL SEKRETARIS JENDERAL :
MOH. HADIMUDIN
WAKIL SEKRETARIS JENDERAL :
ABDUL MUIS
WAKIL SEKRETARIS JENDERAL :
AMRAN HB
WAKIL SEKRETARIS JENDERAL :
KH. AUNULLAH A’LA HABIB
WAKIL SEKRETARIS JENDERAL :
BASRI SALAMA
WAKIL SEKRETARIS JENDERAL : ABDURRAHMAN S. FAUZ
WAKIL SEKRETARIS JENDERAL : MOESAFA
WAKIL SEKR ETARIS JENDERAL :
NIZAR RAHMATU
WAKIL SEKRETARIS JENDERAL :
JOHAN J. ANWARI
WAKIL SEKRETARIS JENDERAL :
BAYU DARUSSALAM
WAKIL SEKRETARIS JENDERAL :
ALFAN ASSIROZI
WAKIL SEKRETARIS JENDERAL :
FATKHUL MASYKUR
WAKIL SEKRETARIS JENDERAL :
MAS’UD SHALEH
WAKIL SEKRETARIS JENDERAL :
CHUSNIL MUBARAK
WAKIL SEKRETARIS JENDERAL :
MISKIL MINA MUNIR
WAKIL SEKRETARIS JENDERAL :
MUHAMMAD IDRIS
WAKIL SEKRETARIS JENDERAL :
MUH. MUGHNI
WAKIL SEKRETARIS JENDERAL :ABDUL QODIR AQIL
WAKIL SEKRETARIS JENDERAL :
WIHAJI
WAKIL SEKRETARIS JENDERAL :
MUHAMMAD AZIZ HAKIM
WAKIL SEKRETARIS JENDERAL :
KH. MAHFUDZ CHAMIDZ
WAKIL SEKRETARIS JENDERAL :
MUHAMMAD FADILAH
WAKIL SEKRETARIS JENDERAL :
HADI MUSA SAID
WAKIL SEKRETARIS JENDERAL :
MUHAMMAD NAHDLY

BENDAHARA UMUM :
ZAINAL ABIDIN

WAKIL BENDAHARA UMUM : MUHAMMAD ROFAI
WAKIL BENDAHARA UMUM :
SUBHAN AKSA
WAKIL BENDAHARA UMUM :
HARRY SAPUTRA GANI
WAKIL BENDAHARA UMUM :
ARIES YORDIANTO
WAKIL BENDAHARA UMUM :
ZAINUL MUTTAQIN

Selamat dan Sukses,
Atas terbentuknya PP GP ANSOR

BANSER BARADA KUDUS

BANSER BARADA KUDUS

Ahad ( 20/12/2015) Kegiatan Rutinitas Banser Barada kudus yaitu pengobatan alternatif yang di adakan oleh Organisasi ikatan Pemuda masjid Al Muttaqin Margorejo Dawe Kudus, Kegiatan terebut berjalan lancar seperti biasanya.
salah satu pasien yang kesurupan Oleh mahluk halus alhamdulillah dapat teratasi,, berbagai macam penyakit yang kita temui banyak sekali penyakit yang mengalami penyakit asam urat.





December 7, 2015

BANSER BARADA KUDUS

SUARA BANSER BARADA KUDUS
KUDUS ( 06/12/2015) Bapak H.Jamasri ketua MWC NU Kecamatan Dawe membuka kegiatan Bhakti Sosial Pengobatan alternatif dengan melakukan Ritual ( Tahlilalan ) di Majid Darus sa'adah desa soco Karetan kecamatan dawe kabupaten kudus. bapak Jamasri mengajak peserta bhaksos dan tamu undangan membaca Tahlilal sebagai tanda pembukaan Bhaksos.

“Alhamdulillah GP Ansor atau Banser Barada kudus telah menjaga khittah agama Islam dengan paham kebangsaan dan bela negara sehingga membawa manfaat bagi umat dan Indonesia,” bapak jamasri mengatakan saya bangga jadi warga Nahdlatul Ulama yang mana para pemuda Ansor Banser khususnya Banser Barada kudus berani terjun langsung ke masyarakat. untuk berperan aktif dalam menjaga ideologi bangsa ini.

"Sebelumnya Komandan Banser Barada Kudus bapak Jamilin mengatakan bahwa banser barada kudus siap terjun kemasyarakatan untuk menyebarkan ilmu yang kita dapat untuk masyarakat,untuk menuju banser ansor yang lebih jaya dikalangan kabupaten kudus, sekaligus memerangi paham ISIS.

December 3, 2015

MAKALAH PENDIDIKAN DI INDONESIA

BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar belakang
Setiap orang pada dasarnya pernah mengalami pendidikan, tetapi tidak setiap orang mengerti makna kata pendidikan. Pengertian pendidikan menjadi penting manakala bahwa kita tidak dapat memungkiri bahwa dengan perkembangan zaman didunia pendidikan yang terus berubah dengan signifikan sehingga banyak mengubah pola piker pendidik, dari pola pikir yang awam dan kaku menjadi lebih modern. Hal tersebut sangat berpengaruh dalam kemajuan pendidikan di Indonesia. Hanya saja, seiring dengan kemajuan pendidikan terkadang konsep atau pengertian tersebut mungkin menjadi bias atau kabur.
Melengkapi hal tersebut pakar-pakar pendidikan mengkritisi dengan cara mengungkapkan konsep dan teori pendidikan, yang sebenarnya untuk mencapai tujuan pendidikan yang sesungguhnya. Oleh karenanya kita bisa menengok dari pengertian pendidikan menurut para ahli.

B. Rumusan Masalah
Dari latar belakang diatas dapat ditarik sebuah rumusan masalah tentang apa pengertian pendidikan?

C. Tujuan
Berdasarkan rumusan masalah tersebut tujuan penyusunan makalah ini adalah untuk mengetahui pengertian pendidikan.



BAB II
PEMBAHASAN
Pengertian Pendidikan
Secara etimologi, pendidikan berasal dari bahasa Yunani, Paedagogiek. Pais berarti anak, gogos artinya membimbing/tuntunan, dan iek artinya ilmu. Jadi secara etimologi paedagogiek adalah ilmu yang membicarakan bagaimana memberikan bimbingan kepada anak. Dalam bahasa inggris pendidikan diterjemahkan menjadi education. Education berasal dari bahasa yunani eduare yang berarti membawa keluar yang tersimpan dalam jiwa anak, untuk dituntun agar tumbuh dan berkembang. Dalam bahasa jawa disebut “Panggula Wenthah“ yang artinya mengolah, membesarkan, mematangkan anak dalam pertumbuhan jasmani dan rokhaninya.
Dalam bahasa Indonesia disebut pendidikan yang berarti proses mendidik. Kata mendidik dan pendidikan adalah dua hal yang saling berhubungan. Dari segi bahasa, mendidik adalah jenis kata kerja, sedangkan pendidikan adalah kata benda. Kalau kita mendidik kita melakukan suatu kegiatan atau tindakan. Kegiatan menunjuk adanya dua aspek yang harus ada didalamnya, yaitu pendidik dan peserta didik. Jadi mendidik adalah merupakan suatu kegiatan yang mengandung komunikasi antara dua orang atau lebih. ( Ekosusilo, 1990: 12).
Adapun pengertian pendidikan adalah sebagai berikut:
1. Brubacher
Dalam bukunya yang berjudul Modern philosophies of Education disebutkan bahwa: “ education should thought of as the process of man’s reciprocal adjustment to be nature, to hisfellows, and to the ultimates nature of the cosmos”.
(Pendidikan diartikan sebagai proses timbal balik dari tiap manusia dalam penyesuaian dirinya dengan alam, dengan teman, dan dengan alam semesta).
2. Drs. D. Marimba (ahli filsafat islam)
Pendidikan adalah bimbingan atau pimpinan secara sadar oleh si pendidik terhadap perkembangan jasmani dan rokhani si terdidik menuju terbentuknya kepribadian yang utama.
3. S. Brojonegoro
Pendidikan/ mendidik adalah memberi tuntunan kepada manusia yang belum dewasa untuk menyiapkan agar dapat memenuhi sendiri tugas hidupnya atau denagn secara singkat: pendidikan adalah tuntunan kepada pertumbuhan manusia mulai lahir sampai tercapainya kedewasaan, dalam arti jasmaniah dan rokhaniah. ( Ekosusilo, 1990: 14).
4. Dalam Dictionari of education, makna education adalah kumpulan semua proses yang memungkinkan seseorang mengembangkan kemampuan, sikap dan bentuk tingkah laku yang bernilai positif didalam masyarakat tempat ia hidup,. Istilah education juga bermakna sebagai sebuah proses sosial ketika seseorang dihadapkan pada pengaruh lingkungan yang terpilih dan terkontrol ( khususnya lingkungan sosial) sehingga mereka dapat memiliki kemampuan sosial dan perkembangan individual secara optimal.
5. Pendidikan adalah usaha yang dilakukan dengan sengaja dan sisitematis untuk memotivasi, membina, membantu, dan membimbing seseorang untuk mengembangkan segala potensinya sehingga mencapai kualitas diri yang lebih baik.
6. Pendidikan adalah usaha pendewasaan manusia seutuhnya ( lahir dan batin), baik oleh orang lain maupun oleh dirinya sendiri, dalam arti tuntunan agar anak didik memiliki kemerdekaan berpikir, merasa, berbicara, dan bertindak, serta percaya diri dengan penuh rasa tanggung jawab dalam setiap tindakan dan perilaku kehidupan sehari-hari.
7. Pendidikan merupakan usaha pengembangan kualitas diri manusia dalam segala aspeknya. Pendidikn sebagai aktivitas yang disengaja untuk mencapai tujuan tertentu dan melibatkan berbagai faktor yang saling berkaitan antara satu dan lainnya sehingga membentk satu sisitem yang saling mempengaruhi.
8. Istilah pendidikan disebut juga dengan istilah at-tarbiyah, at-ta’lim, dan at-ta’dib. Kata at-tarbiyah sebangun dengan kata ar-rabb, rabbayani, nurabbi, ribbiyun, dan rabban. Fahrur Rozi, berpendapat bahwa ar-rabb merupakan fonem yang seakar dengan at-tarbiyah, yang berarti at-tanmiyah, yaitu pertumbuhan dan perkembangan. Ibnu Abdillah Muhammad bin Ahmad Al-Anshari Al- Qurthubi mengartikan ar-rabb dengan makna pemilik, yang maha memperbaiki, yang maha pengatur, yang maha menambah, yang maha menunaikan.
9. Al-Jauhari mengarikan at-tarbiyah, rabban, dan rabba dengan member makan memelihara, dan menagasuh. Apabila istilah at-tarbiyah diidentikkan dengan betuk madhi-nya rabbayani ( Q.S. Al-Isra: 24), dan bentuk mudhari’-nya ( Q.S. Asy-Syu’ara). At-tarbiyah mempunyai arti mengasuh, menanggung, memberi makna, mengembangkan, memelihara, membuat, membesarkan, dan menjinakan. Akan tetapi, konteks makna at-tarbiyah dalam Q.S. Al-Isra, lebih luas mencakup aspek jasmani dan rohani, sedangkan dalam Q.S. Asy-Syu’ara ayat 18 hanya menyangkut aspek jasmani. Dalam Q.S. Al-Imran : 79 dan 146 disebutkan, istilah rabbaniyyin dan ribbiyin, sedangkan dalam hadis Nabi Muhamad Saw, digunakan istilah rabbaniyyin dan rabbani sebagaimana tercantum dalam hadits yang artinya,” jadilah kamu para pendidikyang penyantun, ahli fiqh, dan berilmu pengetahuan. Seseorang disebut rabbaani jika ia telah mendidik manusia dengan ilmu pengetahuan, dan sekecil-kecilnya sampai menuju yang lebih tinggi.” (H.R. Bukhari dan Ibn’Abbas). Istilah pendidikan dalm bahasa arab adalah ta’lim yang berasal dari kata ‘allama, yang berarti proses transmisi ilmu pengetahuan pada jiwa individu tanpa adanya batasan dan ketentuan.
10. Muhammad Naquid Al-Attas mengartikan kata ta’lim sebagai proses pengajaran tanpa adanya pengenalan secara mendasar. Menurutnya, jika istilah ta’lim disamakan dengan istilah tarbiyah, ta’lim mempunyai makna pengenalan tempat segala sesuatu, sehingga maknanya lebih universal dari pada istilah tarbiyah, karena kata tarbiyah tidak meliputi segi pengetahuan dan hanya mengacu pada kondisi eksternal.
11. Pendidikan juga diistilahkan dengan ta’dib, yang mengandung pengertian sebagai proses pengenalan dan pengakuan secara berangsur-angsur yang ditanamkan dalam diri manusia pada tempat yang tepat dari segala sesuatu didalam tatanan penciptaan, kemudian membimbimg dan mengarahkannya pada pengakuan dan pengenalan kekuasaan dan keagungan Tuhan di dalam tatanan wujud dan keberadaan-Nya.
12. Ahmad D. Marimba, mengartikan pendidikan adalah bimbingan jasmani dan rohani menuju terbentuknya kepribadian utama menurut ketentuan-ketentuan yang berlaku. Kepribadian utama adalah kepribadian yang sesuai dengan nilai-nilai kependidikan.
13. Omar Muhammad Ath-Thaumy Asy-Syaibany, mengartikan pendidikan sebagai perubahan yang diinginkan dan diusahakan oleh proses pendidikan, baik pada tataran tingkah laku individu
Maupun pada taranan kehidupan sosial, serta pada tataran relasi denagn alam sekitar, atau pengajaran sebagai aktivitas asasi, dan sebagai proporsi diantara profesi-profesi dalam masyarakat. Pendidikan memfokuskan perubahan tingkah laku manusia yang konotasinya pada pendidikan etika. Disamping itu, pendidikan juga menekankan aspek produktivitas dan krativitas manusia sehingga mereka dapat berperan serta berprofesi dalam kehidupan bermasyarakat.
14. Pendidikan adalah aktivitas bimbingan yang disengaja untuk mencapai kepribadian yang luhur, baik yang berkaitan dengan dimensi jasmani, rohani, akal maupun moral.
15. Pendidikan adalah proses bimbingan secara sadar seorang pendidik sehingga aspek jasmani, rohani, dan akal anak didik tumbuh dan berkembang menuju terbentuknya pribadi, keluarga, dan masyarakat yang berbudi.
16. Pendidikan merupakan suatu sistem yang keseluruhan komponennya mendukung terwujudnya tujuan pendidikan yang diidealkan.
17. Pedidikan artinya mendidik dengan tujuan memberikan ilmu pengetahuan kepada anak didik, agar terbebas dari kebodohan.
18. Pendidikan adalah pegembangan kedewasaan berpikir melalui proses transmisi ilmu pengetahuan.
19. Pendidikan adalah penguatan keyakinan terhadap kebenaran yang diyakini dengan pemahaman ilmiah.
20. Pendidikan merupakan bagian dari pengabdian hamba kepada sang pencipta yang telah menganugrahkan kesempurnaan jasmani dan rohani kepada manusia.
21. Pendidikan dalam arti mengajarkan segala sesuatu yang bermanfaat bagi kehidupan manusia, baik terhadap aktivitas jasmaniahnya, pikiran-pikirannya, maupun terhadap ketajaman dan kelembutan hati nuraninya. (Salahudin, 2011: 19-21).
22. John Dewey
Pendidikan adalah proses pembentukan keakapan-kecakapan fundamental secara intelektual, emosional ke arah alam dan sesame manusia.
23. M.J. longeveled
Pendidikan adalah suatu usaha, pengaruh, perlindungan dan bantuan yang diberikan kepada anak agar tertuju kepada kedewasaannya, atau membantu anak agar cukup cakap melaksanakan tugas hidupnya sendiri.
24. Thompson
Pendidikan adalah proses pengaruh lingkungan terhadap individu untuk menghasilkan perubahan-perubahan yang tetap dalam kebiasaan perilaku, pikiran dan sifatnya.
25. Frederick J. Mc Donald
Pendidikan adalah suatu kegiatan yang diarahkan untuk mengubah tabiat manusia.
26. H.Horne
Pendidikan adalah proses yang terus- menerus dari penyesuaian yang berkembang secara fisik dan mental yang sadar dan bebas kepad Tuhan.
27. J.J. Rousseau
Pendidikan adalah pembekalan yang tidak ada pada saat anak-anak, akan tetapi dibutuhkan pada saat dewasa.
28. Ki Hajar Dewantara
Pendidikan adalah daya upaya untuk memajukan tumbuhnya budi pekerti (kekuatan batin, karakter,) pikiran serta jasmani anak, agar dapat memajukan kesempurnaan hidup yaitu hidup dan menghidupkan anak yang selaras dengan alam dan masyarakatnya.
29. Insan Kamil
Pendidikan adalah usah sadar yang sistematis dalam mengembangkan seluruh potensi yang ada dalam diri manusia untuk menjadi manusia yang seutuhnya.
30. Ivan Illic
Pendidikan adalah pengalaman belajar yang berlangsung dalam segala lingkungan dan sepanjang hidup.
31. Edgar Dalle
Pendidikan adalah usaha sadar yang dilakukan oleh keluarga, masyarakat, dan pemerintah melalui kegiatan bimbingan, pembelajaran, dan latihan, yang berlangsung disekolah dan diluar sekolah sepanjang hayat untuk mempersiapkan peserta didik agar dapat mempermainkan peranan dalam berbagai lingkungan hidup secara tetap untuk masa yang akan datang.
32. Hartoto
Pendidikan adalah usaha sadar, terencana, sistematis, dan terus-menerus dalam upaya memanusiakan manusia.
33. W.P Napitulu
Pendidikan adalah kegiatan secara sadar, teratur, dan terencana dalam tujuan mengubah tingkah laku ke arah yang diinginkan.
34. UU No. 2 tahun 1989 tentang sistem pendidikan Nasional
Pendidikan adalah usaha sadar untuk menyiapkan peserta didik melalui kegiatan bimbingan, pembelajaran, dan pelatihan bagi peranannya dimasa yang akan datang.
35. UU. No. 20 tahun 2003 tentang sistem pendidikan Nasional
Pendidikan adalah usaha sadar terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatanspritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan darinya, masyarakat, bangsa, dan Negara. (Hafid. 2013:28-29)
36. Pendidikan merupakan proses mendidik, yaitu suatu proses dalam rangka mempengaruhi peserta didik supaya mampu menyesuaikan diri sebaik mungkin engan lingkunganny. Sehingga akan menimbulkan perubahan dalam dirinya.
37. Pendidikan adalah aset masa depan dalam membentuk Sumber Daya Manusia yang berkualitas. ( Sutikno. 2006: 4).
38. Menurut buku “ Higher Education for American Democracy”
Educationis is an instution of civilized society, but the purposes of education are not the same in all societies. An educational system finds it’s the aims and philosophy of the social order in which it functions.
pendidikan ialah suatu lembaga dalam tiap-tiap masyarakat yang beradab, tetapi tujuan pendidikan tidaklah sama delam setiap masyarakat. Sistem pendidikan suatu masyarakat ( bangsa) dan tujuan-tujuan pendidikannya didasarkan atas prinsip-prinsip (nilai-nilai), cita-cita dan filsafat yang berlaku dalam suatu masyarakat (bangsa).
39. Prof. Rechey
Pendidikan adalah suatu aktivitas sosial yang esensial yang memungkinkan masyarakat yang kompleks, modern, fungsi pendidikan ini mengalami proses spesialisasi dan melembaga dengan pendidikan formal, yang tetap berhubungan dengan proses pendidikan in-formal diluar sekolah.
40. Prof. Lodge
Dalam pengertian yang lebih luas, semua pengalaman dapat dikatakan sebagai pendidikan.( hidup adalah pendidikan dan pendidikan adalah hidup). Dalam pengertian yang sempit pendidikan dibatasi pada funfsi tertentu didalam masyarakat yang terdiri atas penyerahan adat-istiadat (tradisi) dengan latar belakang sosialnya, pandangan hidup masyarakat itu kepada warga masyarakat generasi berikutnya, dan demikian seterusnya. Dalam pengertian yang lebih sempit ini, pendidikan berarti, bahwa prakteknya, identik dengan “ sekolah”yaitu pengajaran formal dalam kondisi-kondisi yang diatur. (TIM DOSEN FIP-IKIP MALANG. 1981: 3-4)
41. Pendidikan adalah proses pembudayaan, proses cultural atau proses kultivasi untuk mengembangkan semua bakat dan potensi manusia, guna mengangkat diri endiri dan dunia sekitarnya pada taraf human.
42. Ernest Hemingway
Pendidikan harus berfungsi sebagai “ a built-in, shockroof crap detector” ( alat pendeteksi kebodohan dan keedanan yang kedap-kejutan tau tahan bantingan dan menetap). Alasan Hemingway memberikan pernyataan tersebut ialah
a. Jika kita melihat surut sejarah manusia dimasa lalu sampai sekarang, maka tampak adanya kecenderungan pada manusia untuk memuja-muja bermacam-macam kebodohan dan keedanan (craps) yang dipompakan dari luar, demi kepentingan kelompok kaum elite yang tengah berkuasaa.
b. Oleh karena itu tugas sekolah ialah menemukan macam-macam kesesatan yang menyebarkan kebohongan dan keedanan di tengah masyarakat, lalu mengajak orang untuk berfikir kritis dan waras. Ringkasnya, sekolah harus mengajarkan pengertian-pengertian baru yang benar, mendapat perspektif baru, merumuskan metaphor (kiasan) dan interpretasi yang baru, supaya anak-didik bisa sampai pada kebenaran sejati, dan tidak sering tertipu.
43. David Riesman
Pendidikan sebagai lembaga yang “counfer-cyclical” ( yang kontra-siklis). Artinya sekolah harus lebih banyak mengemukakan nilai-nilai dan norma-norma yang tidak banyak dikemukakan oleh mayoritas kelembagaan sosial ditengah masyarakat budaya kita. Karena itu sekolah harus lebih banyak berperan sebagai agen pembaharu dan agen yang kretif, terutama untuk melawan rutinisme, kebiasaan kaku dan mekanis, hal-hal yang semu-maya yang banyak terdapat pada zaman dan menyajikan kebenaran kemanfaatan kebaikan.
44. Norbert Wiener
Sekolah/pendidikn harus berfungsi sebagai “ anti- entroporik system (sitem umpan balik yang anti enteporik). Entropy adalah kecenderungan umum pada setiap sistem baik yang alami maupun yang bersipat buatan untuk kehilangan energy, daya kerja dan keguanaannya, lalu menjadi kesia-siaa. Maka pendidikan harus menjadi sistem umpan balik yang mampu melawan ketidak gunaan, kesia-siaan, dan kekacauan yang ada ditengan masyarakat manusia, untuk menemukan hal-hal yang benar. Jelasnya, sekolah itu harus bersikap krits melihat situasi dan kondisi yang terjadi disekitarnya; dan bisa berfungsi selaku crap-detector atau penemu macam-macam kebodohan dan kegila-gilaan serta berusaha untuk ikut memperbaikinya.
45. Pendidikan/ pedagogi merupakan rangkaian upaya yang kompleks untk memekarkan segenap bakat dan potensi individu, dibantu oleh teknik-teknik ilmiah dan seni pengendalian ( cibernetika) guna mempengaruhi pribadi dan kelompok untuk membangun diri sendiri dan lingkungan.
46. Pendidikan merupakan rangkaian kegiatan yang intensional, bertujuan, disengaja, direncanakan, diorganisir dengan otomatis, diawasi, dinilai serta dinilai ulang untuk menghasilkan prototype manusia terdidik yang bermutu dan efisien.
47. Pegagogi/pendidikan lebih baik disebut sebagai andaragogi (Andros, andro, aner= orang manusia ; agoo= membimbing, mendidik) adalah ilmu untuk membentuk manusia menjadi kepribadian yang utuh, agar ia mampu mandiri dan bertanggung jawab atas segala tingkah lakunya.
48. Pendidikan adalah seni mengajar; karena dengan mengajarkan ilmu, keterampilan dan pengalaman tertentu orang melakukan perbuatan yang kreatif mirip karya seni.
49. Encyclopedia Americana
Pendidikan merupakan sebarang proses yang dipakai oleh individu untuk memperoleh pengetahuan atau wawasan, ataw untuk mengembangkan sikap-sikap dan keterampilan-ketermpilan.
50. Pendidikan adalah segala perbuatan yang etis, kreatif sistematis dan intensional, yang dibantu oleh metoe dan teknik ilmiah diarahkan pada pencapaian tujuan pendidikan. (Kartono. 1981: 24, dan 31)



BAB III
PENUTUP
SIMPULAN

Dari beberapa pengertian pendidikan diatas meskipun berbeda secara redaksional, namun secara esensial terdapat kesatuan dan unsure-unsur yang terdapat didalamnya, secara esensial menunjukan suatu proses bimbingan atau tuntunan yang didalamnya mengandung unsure seperti pendidik, anak didik dan tujuan.


DAFTAR PUSTAKA

Ekosusilo, Madyo. 1990. Dasar-Dasar Pendidikan. Semarang: Effhar Offset Semarang

Hafid, Anwar. 2013. Konsep Dasar Ilmu Pendidikan. Bandung: ALFABETA, cv

Kartono, Kartini. Tahun . Pengantar Ilmu Mendidik Teoritis.

Salahudin, Anas. 2011. Filsafat Pendidikan. Bandung: CV Pustaka Setia

Sutikno, Sobry. 2006. Pendidikan Sekarang Dan Pendidikan Masa Depan. N.T.B: NTp Press

TIM DOSEN FIP_IKIP MALANG. 1981. Pengatar Dasar-Dasar Kependidikan. Surabaya: Usaha Nasional Jl. Praban No. 55.

BANSER BARADA KUDUS

SUARA BANSER BARADA KUDUS KUDUS ( 03/12/2015 ) Banser Barada Kabupaten kudus kembali mengelar kegiatan Bhakti Sosial...

Posted by Banser Soni on 2 Desember 2015

November 28, 2015

BANSER BARADA KUDUS

MADU KESEHATAN BANSER BARADA KUDUS

KUDUS ( 28/11/2015) Madu kesehatan “BARRADA” adalah produksi dari Banser Wira Husada ( Barrada ) Cabang Kudus. Madu tersebut di ambil dari peternak lebah dari lereng gunung muria yang insya allah terjamin ke asliannya.
Apa kelebihan madu “BARRADA” dengan madu-madu sejenisnya???
Inilah pertanyaan dari masyarakat !! perlu diketahui bahwa selain berfungsi sebagai penambah stamina (Tonikum ) madu tersebut sudah ditambah dengan bio energy oleh master “Mandala Healing” dari keluarga besar Banser Wira Husada Kabupaten Kudus. Sehingga fungsi atau kegunaannya Insya allah benar-benar maxsimal.
Adapun fungsi / kegunaan antara lain :
1. Menambah stamina
2. Menjaga stamina tubuh agar tetap fit
3. Membantu pemulihan kesehatan setelah sakit / habis operasi
4. Sebagai penambah hormon (stamina pria dan wanita )
5. Membantu menyembukan sakit kuning dan liver
6. Menghilangkan rasa pegal-pegal/linu
7. Membantu mengobati panas dalam
8. Dan lain-lain
Aturan minum
a. Anak-anak umur 1-4th 3x = sehari 1-3 sendok teh
b. Anak-anak umur 4-12th 3x = sehari1-3 sendok teh
c. Dewasa 3xsehari = 2-3 sendok makan
Daerah Pemasaran dari produk ANSOR/ BANSER tersebut antara lain :
Koperasi Ansor PAC Dawe
Sahabat Muhammad Alan Muhammad Sahlan SahinTlp 085640302927

BANSER BARADA KUDUS

SUARA BANSER BARADA KUDUSKUDUS ( 28//11/2015) BARRADA adalah singkatan dari Banser Wira Husada. Merupakan bagian dari...

Posted by Banser Soni on 27 November 2015

PENGAMANAN HALAQOH NAHDLATUL ULAMA

Suara Banser DaweKudus (20/11/2015) Kegiatan Khotmil Qur'an dan Ngaji kitab Faroidus saniyah di masjid darussalam dukuh...

Posted by Banser Soni on 27 November 2015

KONGGRES ANSOR

SUARA BANSER DAWE

Kudus – (28/11/2015) Konggres Ansor ke XV yang di Hadiri Bapak Wakil Presidan Republik Indonesia Bapak Muhammad Yusuf Kalla, Jusuf Kalla hadir di ruang Kongres XV GP Ansor diiringi lagu Indonesia Raya dari tim paduan suara Pondok Pesantren dan universitas di Yogyakarta. JK membuka kongres didampingi Gubernur DIY Sultan Hamengku Buwono X dan Ketua Umum GP Ansor Nusron Wahid.
Dengan mengucapkan Bismillahirrohmanirrohiim, Kongres ke-15 Gerakan Pemuda Ansor saya buka," kata Jusuf Kalla dilanjutkan dengan pemukulan gong di Pondok Pesantren Sunan Pandanaran, Sleman, DIY, Kamis (26/11/2015).
Kegiatan konggres ansor berjalan dengan lancar tanpa halanganan semoga kegiatan ansor berjalan dengan lancar.

November 18, 2015

BANSER DAWE KUDUS

SUARA BANSER DAWE KUDUS
Kudus – (15/11/2015) Ansor Bersholawat bersama Habib Ali Zainal Abidin Assegaf dari Pekalongan...

Posted by Banser Soni on 17 November 2015

August 24, 2014

PERINGATAN 17AGUSTUSAN DIWARNAI DENGAN KEGIATAN KARNAVAL

Kegiatn 17 Agustusan dirayakan dengan karnaval bareng bersama jajaran pemerintah Desa Kandangmas yang meliputi seluruh warga kandangmas dari perangkat desa, siswa-siswi MTs NU Matholiul Falah, Raudllatul Atfal Matholiul Falah, maupun Madrasah Ibtidaiyah Matholiul falah, Sekolah Dasar Sedesa Kandangmas, TPQ Sekadangmas beserta Perguruan Seni Bela Diri Tenaga Dalam Assalam Cahya Buwana Kudus Dan Ikatan pencak Silat Kera Sakti.